Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guardiola Soroti Ancaman Terhentinya Lagi Kompetisi Akibat Covid-19

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 02 November 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 620 2302664 guardiola-soroti-ancaman-terhentinya-lagi-kompetisi-akibat-covid-19-is75oDtWSE.jpg Josep Guardiola. (Foto: Laman resmi Manchester City)

MANCHESTER – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, membicarakan secara khusus ancaman kompetisi sepakbola di Inggris yang bisa terhenti kembali akibat merebaknya virus corona. Jika akhirnya kompetisi terkena imbas dari aturan itu, Guardiola sendiri takkan mempermasalahkannya karena hal terpenting baginya adalah keselamatan.

Pemerintah Inggris dikabarkan memang akan menerapkan kembali aturan lockdown atau karantina wilayah karena meningkatnya kasus virus corona. Masa lockdown ini diperkirakan akan diberlakukan mulai 5 November hingga 2 Desember 2020.

Meski begitu, keberlangsungan kompetisi sepakbola di Inggris sendiri dipastikan tak terkena dampak dari aturan ini. Kondisinya tak seperti masa lockdown periode pertama yang membuat kompetisi Liga Inggris dan lainnya harus terhenti selama tiga bulan.

Para pemain Manchester City

Tetapi, Guardiola menilai tak seharusnya ada kebijakan khusus yang diberikan terhadap kompetisi sepakbola di Inggris. Ia ingin kondisinya tak dibeda-bedakan dari masyarakat lainnya.

BACA JUGA: Man United Harus Memanfaatkan Situasi Krisis Bek Liverpool

"Ini sulit. Saya tahu perdana menteri mengambil keputusan karena situasinya semakin buruk. Itu terjadi di Spanyol, Jerman, dan Prancis. Di mana-mana. Jadi, virusnya masih ada. Mungkin, orang bilang lebih kuat. Saya pikir dunia sepakbola tidak bisa terkecuali dengan apa yang terjadi di masyarakat,” ujar Guardiola, sebagaimana dikutip dari Goal, Senin (2/11/2020).

"Jadi, jika kami harus bermain, kami akan bermain. Tetapi, kami tidak ingin berbeda dari masyarakat lainnya ketika mereka harus menutup restoran atau apa pun. Saya ingin aman. Saya ingin baik-baik saja untuk diri saya sendiri, untuk keluarga, teman-teman, seluruh Inggris,” lanjutnya.

Josep Guardiola

"Ini bukan lelucon. Ini serius. Jika ditetapkan tinggal di rumah, Anda harus tinggal di rumah. Jika diharuskan jangan lakukan ini, kami tidak melakukannya,” tutur Guardiola.

“Karena tidak adil untuk setengah dari populasi melakukan apa yang harus kami lakukan dan perdana menteri mengatakan ini, dan orang-orang lainnya melakukan apa pun yang mereka inginkan. Jadi, kami harus sadar kenyataannya sulit. Jika kami harus berhenti, kami akan berhenti,” tukas pelatih asal Spanyol itu.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini