Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hanya Ada Satu Cara Ampuh Promosikan Wisata Selancar Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 09 November 2020 07:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 620 2306379 hanya-ada-satu-cara-ampuh-promosikan-wisata-selancar-indonesia-lkIkwG7Bnh.JPG Peselancar beraksi menaklukkan ombak (Foto: Instagram/@psoi.surfingindonesia)

KEMENTRIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Termasuk mempromosikan wisata minat khusus seperti selancar yang dinilai paling berpotensi menggaet wisatawan mancanegara.

Meski bukan perkara mudah melakukan promosi di tengah situasi yang tidak pasti seperti saat ini, para stakeholders dan pelaku wisata optimis bahwa pariwisata Indonesia bisa menggeliat kembali. Namun, mereka berharap agar strategi yang dilakukan oleh pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Sebut saja wisata selancar atau surfing yang dinilai berpotensi menggaet kunjungan wisman, bahkan di masa pandemi Covid-19 sekalipun.

Sekjen Persatuan Selancar Ombak Indonesia, Tipi Jabrik Novengin mengatakan, satu-satunya strategi yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengembangkan wisata selancar adalah menggelar event berskala internasional.

Hal ini sudah dibuktikan oleh Kabupaten Krui di Lampung. Sepanjang 2016 hingga 2019 lalu, Krui berhasil mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta meningkatkan total length of stay serta spending mereka.

Baca juga: Wagub Jatim: Pariwisata Banyuwangi Jalankan Protokol Kesehatan dengan Baik

"Krui itu dari awal sudah ada potensi surfing. Mereka punya pantai dengan ombak yang sangat bagus untuk berselancar, dan ditahun 2016 mereka sudah didatangi 15 ribu wisman," kata Tipi dalam webinar bertajuk "Surfing Talks: Cek Ombak Bali dan Cimaja", Minggu, 8 November 2020.

Melihat minat wisman yang begitu besar, di tahun selanjutnya (2017) Pemkab Krui sepakat untuk menggelar event selancar berskala Internasional untuk pertama kalinya. Event ini diharapkan dapat menggaet lebih banyak lagi kunjungan wisman.

Benar saja, dampak dari event tersebut total kunjungan wisman ke Kabupaten Krui meningkat hingga 31 ribu orang.

"Event berkelas internasional itu kan mengajak beberapa elemen. Tak hanya peselancar, tetapi juga asosiasi dan media internasional," ujarnya.

"Sekarang, kalau kita ngomongin influencer, yang paling kompeten dan efektif itu adalah peselancar itu sendiri. Karena mereka juga aktif bermain media sosial, daripada menggunakan non surfer," imbuhnya.

Pada 2018, jumlah kunjungan wisman di Kabupaten Krui terus meningkat, setelah digelarnya event selancar untuk kedua kalinya. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dilaporkan menyentuh 37 ribu orang.

"Tahun 2018 sempat dilema apakah event harus digelar kembali atau tidak. Kalau memang berniat untuk menarik wisman, maka event itu harus digelar secara konsisten. Hasilnya, di tahun 2019, di saat event QS 3000 digelar total wisman mencapai 41 orang," kata Tipi.

"Bisa disimpulkan, selancar secara aktual benar-benar mendorong kunjungan wisatawan mancanegara. Mereka length of stay-nya juga lama sekali, tidak seperti berwisata ke Jakarta atau Surabaya yang paling hanya 1-2 hari. Mereka minimum satu minggu. Bisa dibayangkan berapa besar potensi pendapatan yang kita dapatkan?," tambahnya.

Dengan digelarnya event berskala internasional, menurutnya tidak hanya mendorong pergerakan sektor pariwisata Indonesia, namun juga memberi kesempatan bagi para atlet selancar dalam negeri untuk unjuk gigi.

"Ini membuka kesempatan mereka untuk berprestasi sehingga nantinya mereka juga bisa jadi pelaku wisata baru. Kami di PSOI, selalu menggandeng World Surf League karena memberikan kesempatan sebesar-sebesarnya kepada atlet kita untuk bertanding," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini