Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vinales Kesal, Pembalap Jadi Korban Kesalahan Yamaha

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 620 2307351 vinales-kesal-pembalap-jadi-korban-kesalahan-yamaha-54RXSysetk.jpg Maverick Vinales berdiskusi dengan teknisi (Foto: Twitter/@mvkofficial12)

VALENCIA – Kritik tajam dilancarkan Maverick Vinales terhadap perkembangan Yamaha. Menurutnya, pabrikan berlogo garpu tala itu mengambil keputusan yang salah dalam hal pengembangan sejak 2016. Kesalahan besar itu justru kini harus dibayar mahal oleh para pembalapnya.

Kekesalan Maverick Vinales cukup bisa dipahami. Sejak bergabung pada MotoGP 2017, pria asal Spanyol itu hanya bisa memenangi balapan sepanjang tujuh kali saja hingga seri Eropa akhir pekan lalu. Alih-alih kompetitif, ia malah lebih sering bergelut dengan masalah performa.

Penurunan performa memang dialami Yamaha sejak ditinggal Jorge Lorenzo pada akhir musim MotoGP 2016. Perlahan-lahan, motor YZR M-1 tertinggal dalam berbagai aspek dengan para pesaingnya. Maverick Vinales yakin ada kesalahan yang dilakukan oleh Yamaha.

Baca juga: Valentino Rossi Minta Yamaha Kreatif Siasati Regulasi Mesin

Maverick Vinales melaju di atas motor (Foto: Yamaha MotoGP)

Rider berusia 25 tahun itu lantas mendesak timnya melihat video lama, tepatnya pada msuim 2016. Pengembangan yang dilakukan terhadap motor YZR M-1 kala itu bisa menjadi referensi agar tidak semakin tertinggal dari yang lain.

“Saya bergabung dengan Yamaha karena percaya pada proyek ini. Jika sebaliknya, saya tidak akan ada di sini. Namun, ada kesalahan pengambilan keputusan yang malah dibayar mahal oleh pembalapnya,” ujar Maverick Vinales, sebagaimana dilaporkan The Race, Selasa (10/11/2020).

“Masalahnya, motor hanya punya kerangka kerja yang sempit. Saya akan dengan senang hati menonton video lama, contohnya pada 2016, ketika Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo bergantian finis terdepan dalam kondisi apa pun,” sambung pembalap bernomor motor 12 itu.

“Ambil referensi dari sana dan motor akan bekerja dengan baik. Bahkan ketika (Johann) Zarco berada di Yamaha, dia bisa mengalahkan kami di banyak sirkuit (dengan motor spesifikasi 2016),” tukas The Top Gun.

Menurutnya, kesalahan pengembangan itu berdampak pada performa pembalap. Ambil contoh Fabio Quartararo yang tampil inkonsisten pada MotoGP 2020. Di satu balapan, El Diablo bisa menang, tetapi yang lain hanya finis sedikit di atas zona poin.

Simpati lantas diungkapkan Maverick Vinales kepada calon rekannya musim depan itu. Ia mengaku sangat paham dengan apa yang dirasakan Fabio Quartararo. Sebab, situasi serupa juga ditemuinya sejak bergabung pada 2017.

“Itu membuat Anda kehilangan fokus. Setiap balapan, Anda harus memulai segalanya dari awal. Situasi ini sangat melelahkan dan membuat frustrasi. Saya memahami kesulitan Fabio karena sudah pernah mengalaminya selama beberapa tahun di Yamaha,” tutup pembalap kelahiran Figueres itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini