Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Studi: Aplikasi Medis Terbukti Bantu Pengelolaan Mandiri Pasien Diabetes

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 620 2308456 studi-aplikasi-medis-terbukti-bantu-pengelolaan-mandiri-pasien-diabetes-fAIhuLz8Pi.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Pemanfaatan teknologi dalam dunia medis sudah terbukti efektivitasnya. Hal itu pun terbukti dalam studi yang belum lama ini dirilis Universitas Gadjah Mada yang mendapatkan fakta bahwa penggunaan aplikasi medis terbukti bantu pengelolaan mandiri pasien diabetes.

Studi ini dilakukan pada 124 penyandang diabetes tipe 2. Dari jumlah tersebut diketahui bahwa ada 80 persen koresponden studi berusia 50-65 tahun dan 20 persen berusia 30-49 tahun. Untuk koresponden berdasar jenis kelamin, pria (46%) dan perempuan (54%).

Bagaimana penelitian dilakukan?

Jadi, mereka yang sudah dibagi dalam dua kelompok (pengguna aplikasi dan tidak menggunakan aplikasi) diminta untuk menjalani pemeriksaan HbA1c atau hemoglobin terglikosilasi. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan glukosa plasma puasa sebelum dan sesudah 3 bulan masa intervensi. Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah kapiler.

Diabetes

Berdasar nilai klinis setelah 3 bulan studi, terdapat penurunan nilai rata-rata HbA1c pada group yang menggunakan aplikasi bernama Teman Diabetes, dibandingkan dengan grup yang tidak menggunakan aplikasi. Begitu pula dengan nilai rerata gula darah puasa-nya, pada pasien diabetes yang menggunakan aplikasi, terjadi penurunan hingga 71,4 mg/dl, sedangkan rerata gula darah grup tidak menggunakan aplikasi meningkat hingga 72,4 mg/dl.

Baca Juga : Diterpa Isu Video Syur Jessica Iskandar Jalani Melukat, Apa Itu?

Tidak berhenti di situ, peneliti juga melihat hasil skoring peningkatan pengetahuan diabetes pasien selama 2 bulan. Hasilnya diketahui bahwa pasien diabetes yang menggunakan aplikasi lebih tinggi pengetahuannya mengenai diabetes, dibandingkan kelompok yang tidak menggunakan aplikasi.

Adapun komponen pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan umum, pengetahuan mengenai gaya hidup dan kepatuhan pengobatan, serta pengelolaan nilai glikemik.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi selama 2 bulan menaikkan tingkat pengetahuan mengenai diabetes bagi para penggunanya," terang Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, dalam laporan resmi yang diterima Okezone, Kamis (12/11/2020).

Prof Zullies pun menambahkan bahwa penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan aplikasi medis dapat meningkatkan edukasi pasien diabetes, termasuk perawatannya sendiri.

"Penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi ini dapat membantu perawatan diabetes mandiri dan dapat memberi efek perbaikan nilai klinis yang ditandai dengan penurunan angka HbA1c," kata Prof Zullies.

Cek Gula Darah

Penelitian ilmiah ini dilakukan oleh Teman Diabetes dan Magister Farmasi Klinik Universitas Gadjah Mada (MFK UGM) pada Januari hingga Mei 2020. Tujuan penelitian ini adalah menilai efektivitas penggunaan aplikasi medis dalam menaikkan pengetahuan diabetes, aktivitas perawatan diri, dan perbaikan klinis perawat penyandang diabetes tipe 2.

Tim peneliti dalam studi ini adalah Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, selaku peneliti utama, Apt. Nidaul Hassanah, M. Clin, Pharm, dan Apt. Perdani Adnin Maisyah, M. Clin. Pharm. Riset studi menggunakan desain quasi-experimental dengan membandingkan perubahan pada grup intervensi dan grup kontrol. Lokasi penelitian di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini