Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Studi: Jahe Merah Terbukti Tinggi Antibakteri dan Minim Efek Samping

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 620 2315006 studi-jahe-merah-terbukti-tinggi-antibakteri-dan-minim-efek-samping-CXqlMxB7kN.jpg Jahe merah (Foto : Medicaldaily)

Di masa pandemi, bahan alami seperti jahe merah menjadi incaran banyak orang. Jahe dianggap mampu membuat tubuh lebih sehat dan bugar, dengan begitu diharapkan tubuh kuat melawan virus, termasuk SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

Dalam studi yang dilakukan di Universitas Pakuan Bogor, terdapat 3 jenis jahe yang dikenal masyarakat Indonesia, jahe putih atau jahe gajah (Zingiber officinale var. officinale), jahe emprit (Z. officinale var. amarum), dan jahe merah (Z. officinale var. rubrum).

"Ketiga varietas ini sebagian dapat ditangguhkan dari kandungan minyak esensial yang ada di setiap jahe dan digunakan untuk tujuan yang berbeda," tulis laporan berjudul 'Red Ginger (Zingiber officinale var. rubrum): Its Chemical Constituents, Pharmacological activities and Safety.

Jahe Merah

Terkait dengan khasiat di dalam jahe merah, diketahui bahwa minyak esensial yang terkandung lebih tinggi dari jenis jahe lainnya. Itu kenapa jahe merah memiliki bau dan rasa pedas yang lebih kuat.

Ada banyak penelitian yang mengkonfirmasi manfaat jahe merah terhadap gejala penyakit, misalnya anti inflamasi, antioksidan, antiemetik, antibakteri, dan antidiabetik. "Jahe merah dianggap sebagai obat herbal yang aman dan hanya sedikit efek sampingnya," kata peneliti.

Pada manfaat antibakteri, jahe merah terbukti mampu menekan pertumbuhan berbagai bakteri menular umum termasuk Staphylococcus aureusand Listeria monocytogenes.

Baca Juga : Manfaat Jahe Merah Selain Hangatkan Tubuh: Cegah Sakit Kepala hingga Jantung

Tidak hanya itu, kandungan gingerol dan metabolit fenolik yang ada di jahe merah mampu menghambat pertumbuhan Helicobacter pyloris. Ini menunjukkan potensi baru penggunaan jahe merah dalam memerangi penyakit saluran cerna yang berhubungan dengan H. pylorirelated.

Jahe merah juga dikatakan minim efek samping. Karena itu, Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) telah memberikan status GRAS pada jahe untuk digunakan sebagai suplemen makanan.

Efek samping seperti sakit perut ringan biasanya muncul pada orang yang tidak terbiasa dengan makanan pedas. Meski begitu, jahe tidak memiliki toksisitas akut pada dosis yang biasa dikonsumsi untuk tujuan diet atau pengobatan.

Dosis yang sangat besar dari 6 gram atau lebih dapat menyebabkan iritasi lambung dan hilangnya mukosa pelindung lambung. Sementara itu, pada dosis 2 gram setiap hari, jahe tidak menggangu pembekuan darah atau parameter koagulasi individu.

"Pada dosis 0,5 - 1,0 gram bubuk jahe telan 2-3 kali dalam jangka waktu mulai dari 3 bulan hingga 2,5 tahun tidak menyebabkan efek samping sama sekali," kata peneliti.

Jahe Merah

Untuk cara konsumsinya, jahe bisa diolah dalam teh atau roti. Tidak ada dosis khusus yang ditentukan, namun sebagian besar penelitian klinis menggunakan antara 250 mg hingga 1 gram bubuk jahe dalam bentuk kapsul yang diminum satu sampai empat kali sehari.

Dosis harian yang dianjurkan untuk ekstrak jahe merah: 15-20 mg4, sementara itu pada bubuk kering: 250-1000 mg empat kali sehari yang dikonsumsi langsung lewat mulut.

Seperti banyak penelitian yang lain, para peneliti berharap ada penelitian lanjutan untuk menentukan khasiat jahe merah yang lainnya dan untuk menentukan efek samping jika memang ada.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini