Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vaksin Covid-19 Sebentar Lagi 'Ready', Media Sosial Mulai Dibanjiri Misinformasi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 620 2319948 vaksin-covid-19-sebentar-lagi-ready-media-sosial-mulai-dibanjiri-misinformasi-lgkn4EHMxa.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Hampir dua tahun lalu pakar kesehatan masyarakat menyalahkan platform media sosial yang dinilai berkontribusi dalam penyebaran informasi keliru soal vaksin. Kini juga terjadi pada vaksin Covid-19. Hal tersebut kemudian membuat antivaksin mudah memengaruhi orang lain dan membiarkan klaim palsu itu bertebaran tanpa ada penyaringan.

Menurut laporan CNN, Facebook pun berjanji untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap misinformasi yang dibagikan para antivaksin, termasuk membuatnya kurang menonjol di timeline dan tidak direkomendasikan grup terkait. Namun, tak lama kemudian Instagram milik Facebook menampilkan unggahan dari akun antivaksin.

Terlepas dari konten yang dibagikannya apa, Facebook dicap gagal sepenuhnya menghentikan gerakan antivaksin di platformnya. Kondisi ini pun diprediksi akan memperburuk vaksinasi Covid-19 secara global.

"Untuk mengatasi pandemi ini, kami juga harus mengalahkan pandemi ketidakpercayaan paralel," kata Francesco Rocca, presiden Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sakit Merah.

vaksin covid-19

Beberapa jaringan sosial telah memberlakukan kebijakan khusus terhadap kesalahan informasi vaksin Covid-19, sedangkan yang lain masih memutuskan pendekatan terbaik atau bersandar pada kebijakan yang ada untuk Covid-19 dan konten terkait vaksin.

Baca Juga : Cek Fakta, Vaksin Covid-19 Bisa Ubah DNA Manusia?

Tetapi, membuat kebijakan adalah bagian yang mudah, yang sulit itu menegakkannya secara konsisten. Sebab, platform digital acap kali dinilai gagal dalam menyaring informasi keliru ini. Alhasil, masih banyak teori konspirasi berseliweran di media sosial. Selain itu, klaim palsu efektivitas masker atau orang yang divaksin akan ditanamkan micorchip masih dapat ditemukan di media sosial.

Lebih lanjut, awal bulan ini Facebook meluncurkan grup pribadi besar yang didedikasikan untuk konten antivaksin. Tetapi banyak kelompok yang berdedikasi untuk mencela vaksin.

Pencarian CNN menemukan fakta setidaknya ada selusin grup Facebook yang menentang vaksin, dengan keanggotaan mulai dari beberapa ratus orang hingga puluhan ribu pengguna. Setidaknya satu kelompok berpusat di sekitar penentangan vaksin Covid-19.

Brooke McKeever, seorang profesor komunikasi di University of South California mengaku telah mempelajari informasi yang salah tentang vaksin dan media sosial, dan ia mengatakan itu adalah masalah besar.

vaksin covid-19

"Kecepatan vaksin Covid-19 dikembangkan menjadi perhatian utama banyak orang dan fakta bahwa kami tidak memiliki sejarah dengan vaksin ini membuat orang takut dan tidak yakin. Para antivaksin pun memutuskan untuk cenderung lebih percaya dengan misinformasi pada akhirnya," kata McKeever.

Ia menambahkan, ada ketakutan di dunia nyata sekarang bahwa orang tidak akan mau divaksin Covid-19, sehingga virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 akan terus menyebar entah sampai kapan. Di sisi lain, pakar kesehatan masyarakat mengatakan bahwa vaksin itu sangat aman dan reaksi merugikan serius sangat jarang terjadi.

Sementara itu, suatu laporan yang terbit Juli 2020 dari Centre for Cuntering Digital Hate (CCDH) menemukan jaringan antivaksin telah mengumpulkan pengikut sekitar 58 juta orang, terutama berbasis di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini