Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Terbaru Vaksin Merah Putih, Senjata Musnahkan Corona

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 05 Desember 2020 08:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 620 2322083 5-fakta-terbaru-vaksin-merah-putih-senjata-musnahkan-corona-XItUpe8Mhz.jpg Vaksin (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengembangkan vaksin Covid-19 yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Kini vaksin Merah Putih memasuki tahap uji coba.

Menurut rencana, vaksin Merah Putih digunakan pada tahun depan.

Vaksin covid-19 buatan anak bangsa ini dikembangkan oleh enam institusi. Enam institusi tersebut Lembaga Eijkman Bandung, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair).

 Baca juga: Indonesia Wajib Punya Vaksin Covid-19 Sendiri, Ini Kata Menteri Inovasi

Berikut fakta-faktanya soal vaksin Merah Putih seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (5/12/2020).

1. Vaksin Merah Putih Digunakan 2021

Vaksin covid-19 buatan Indonesia siap digunakan tahun depan. Vaksin covid-19 buatan anak bangsa atau yang dikenal dengan nama vaksin merah putih dikembangkan oleh enam institusi, yakni Lembaga Eijkman Bandung, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair).

“Dari enam institusi ini, ada tiga yang sudah mendekati uji praklinis vaksin pada hewan, yakni Lembaga Eijkman, UI, dan Unair. Dengan perkembangan ini, kemungkinan pada triwulan IV 2021, Vaksin Merah Putih sudah bisa diproduksi massal dan digunakan,” ujar Menteri Inovasi/Menristek Bambang PS Brodjonegoro saat menerima audiensi virtual MNC Portal Indonesia, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Kembangkan Vaksin Merah Putih, Anggaran Rp300 Miliar Disiapkan

Vaksin Merah Putih adalah vaksin Covid-19 menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Pengembangan vaksin dikerjakan oleh ahli Indonesia dan produksinya di Indonesia. Lembaga Eijkman Bandung, LIPI, UI, UGM, ITB, dan Unair mengembangkan vaksin ini dengan platform berbeda-beda.

Selain mengembangkan Vaksin Merah Putih, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap vaksin Covid-19, pemerintah juga menjajaki kerja sama dengan produsen dari luar negeri.

2. Anggaran Rp300 Miliar

Pemerintah menyiapkan Rp300 miliar untuk mendukung pengembangan Vaksin Merah Putih pada 2021. Dana tersebut diperlukan untuk mendukung pengembangan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri.

"Kalau memang masih ada kekurangan tentunya kami akan mengajukan penambahan. Tapi paling tidak kita siapkan dulu Rp300 miliar untuk memastikan tahapan lab sampai uji klinis bisa berjalan dengan lancar,” ujar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro, dalam video conference.

3. Pengembangan Vaksin Merah Putih UNAIR dan UI Relatif Cepat

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro pun mengatakan, vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bulan Desember ini akan mulai uji klinis pada hewan.

Selain Eijkman, kata Bambang, ada dua lagi pengembangan vaksin merah putih dari tim UNAIR dan UI yang juga relatif cepat. Bahkan, time table-nya hampir sama dengan Eijkman.

“Tapi juga dari yang lain, kita melihat ada dua lagi yang relatif cepat dari Universitas Airlangga, yang mungkin time tabelnya hampir sama dengan Eijkman. Nah jadi mudah-mudahan nanti ketika masuk produksinya pun tidak berbeda jauh,” kata Bambang dalam Konferensi Pers secara Virtual, Kamis (3/12/2020).

“Kemudian, nah satu lagi dari UI karena menggunakan pendekatan yang tadi canggih DNA dan MrNA, yang memungkinkan pengembangan vaksin yang lebih cepat,” ungkap Bambang.

4. Uji Klinis ke Hewan

 

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan, vaksin Covid-19 dalam negeri atau vaksin Merah Putih yang saat ini dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bulan Desember ini akan mulai uji klinis pada hewan.

“Update dari yang Eijkman, saat ini sebenarnya masih on track, dengan harapan bulan ini barangkali sudah mulai menuju uji hewan, animal test,” ungkap Bambang dalam Konferensi Pers secara Virtual, Kamis (3/12/2020).

5. Indonesia Wajib Punya Vaksin Covid-19 Sendiri

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut pentingnya kemandirian vaksin Covid-19 buatan dalam negeri. Hal ini dibuktikan dengan dukungan yang diberikan pemerintah terhadap enam tim pengembangan bibit vaksin merah putih.

"Kita memang harus mempunyai kemandirian vaksin dan karena itulah kami memberi dukungan kepada enam tim, dimana dengan Kepmen tersebut maka institusi atau tim akan mendapatkan dukungan anggaran, baik anggaran penelitian maupun anggaran untuk uji klinis ke manusia," ujar Bambang dalam video conference, Kamis (3/12/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini