Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalur Sutra Baru Bisa Dimanfaatkan Perkuat Perdagangan Indonesia

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 08 Desember 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 620 2323715 jalur-sutra-baru-bisa-dimanfaatkan-perkuat-perdagangan-indonesia-FRAv5K1rqN.jpg Kemendag Maksimalkan Program Jalur Sutra Baru. (Foto: Okezone.com/Pelindo 1)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan melakukan banyak hal supaya daya saing produk barang dan jasa Indonesia semakin kompetitif. Salah satu caranya dengan memaksimalkan jalur sutra baru atau Fifth and Belt Road Initiativ.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai program Fifth and Belt Road Initiative dapat memperkuat konektifitas perdagangan dunia. Koneksi perdagangan mudah dan jangkauan pemasaran produk-produk Indonesia semakin luas ke banyak negara dari Asia,Timur Tengah, Asia Selatan Eropa bahkan Afrika.

Baca Juga: Jokowi Lepas Ekspor Terbesar Tahun Ini Senilai Rp23,75 Triliun

“Kerangka Belt and Road ini akan sangat bagus dampaknya jika kita bisa memanfaatkannya secara optimal. Dalam perspektif perdagangan, pembangunan infrastruktur akan mengurangi biaya logistik dan memperluas jangkauan pasar,” kata Jerry, Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Belt and Road Initiative berupaya mewujudkan jalur sutra baru yang terbentang mulai dari Kepulauan Nusantara hingga Eropa. Dengan kerangka program ini diharapkan arus manusia, barang dan jasa antar negara bahkan antar benua bisa lebih intensif.

Baca Juga: Kekayaan Indonesia, Larva Kering Riau Diekspor ke Inggris

Untuk memanfaatkannya, Indonesia punya potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dipunyai. Jerry optimis Indonesia bisa meningkatkan peran dan manfaat di dunia perdagangan luar negeri.

“Kita terus memperkuat daya saing baik dalam perspektif human power, institusi maupun teknologi. Update dan upgrade semua aspek makin terus dilakukan dan kita berharap makin cepat. Ini kunci agar produk barang dan jasa Indonesia bisa optimal di jalur perdagangan belt and road,” paparnya.

Program-program itu menurut Wamendag, disusun dan dilaksanakan secara integratif dan bukan parsial. Tujuannya agar ada pembenahan di semua aspek.

“Kerangka institusional kita makin baik dan arah kita makin jelas. Sesuai arahan Presiden bahwa kita harus mampu bermain di sektor yang paling banyak nilai tambahnya. Jadi, bukan lagi bermain di level tradisional, tetapi di level yang lebih technology intensive dan sektor-sektor yang lebih kreatif,” ujarnya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri dalam Fifth Belt and Road Summit. Kepala negara memberikan garis bawah pada tantangan-tantangan terkini antara lain pandemi Covid-19 dan tantangan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan. Oleh karena itu, menurutnya semua pihak dan semua negara harus bersinergi.

Belt and Road sendiri bisa disinergikan dengan program lain, misalnya Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025. Selain memperkuat sinergi, Presiden juga menekankan pada aspek sustainability. Oleh karena itu ada beberapa isu yang harus diselesaikan menurut Joko Widodo yaitu isu pembiayaan, lingkungan dan kualitas. Dalam proses itu, kepala negara ingin semua pihak harus dilibatkan dan prinsip kesetaraan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini