Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Plus Minus Vaksin-Vaksin Covid-19 yang Bakal Masuk ke Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 12 Desember 2020 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 12 620 2326330 plus-minus-vaksin-vaksin-covid-19-yang-bakal-masuk-ke-indonesia-JJXWUvtPbx.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KEPUTUSAN pemerintah untuk melakukan vaksinasi massal demi mengentaskan virus corona Covid-19 telah tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19).

Kepmen tentang vaksin Covid-19 ini ditandatangani Menteri Kesehatan, dr. Terawan Agus Putranto pada 3 Desember 2020. Dalam keputusan itu pula tersebut enam vaksin yang akan digunakan di Indonesia. Di antaranya diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Namun enam produsen yang disebutkan itu membuat masyarakat bingung, tentang vaksin yang aman untuk digunakan. Terlebih saat ini belum ada laporan lebih lanjut tentang kelebihan dan kekurangan yang diberikan oleh vaksin-vaksin tersebut.

“Kalau berdasarkan data yang sudah ada, jelas itu Pfizer. Sebab Pfizer telah memberikan laporan yang cukup lengkap terkait dengan vaksin yang mereka buat,” terang dr. Fajri, saat dihubungi Okezone.

Pada saat yang sama, dr. Fajri juga menjelaskan mengenai keunikan dan keunggulan dari beberapa vaksin yang akan digunakan di Indonesia.

Baca Juga: 6 Fakta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air, Presiden Siap Disuntik Duluan


Pfizer

Pfizer itu mengklaim kalau vaksinnya 95 persen efektif. Angka efektifitas 95 persen itu berlaku pada kasus yang ringan. Dua kali suntik. Kelemahan vaksin ini, mereka membutuhkan lemari pendingin dengan suhu -80 derajat agar bisa bertahan selama 1 bulan.

Kalau tidak disimpan di freezer yang sesuai, maka vaksin ini cuma bertahan selama 5 hari. Ini kan susah banget cari tempatnya.

“Jadi kalaupun mau beli, maka harus disiapkan dulu freezernya, biar enggak rusak. Karena pada freezer normal itu suhunya hanya -2 sampai -8,” terang dr. Fajri.

Moderna

Moderna dianggap lebih baik daripada Pfizer. Moderna sudah terbukti 95 persen efektif untuk mencegah sakit yang berat. Bahkan pada populasi sampel yang mereka uji, vaksin ini bisa mencegah hingg 100 persen penyakit berat.

“Jadi Moderna bukan mencegah sakit, tapi ketika sakit, maka manivestasinya tidak berat. Sampelnya sekira 30 ribuan orang, dengan tingkat efektifitas sebesar 95-100%. Tapi sama harus di simpan di suhu -20 persen agar bisa bertahan selama 1 bulan,” tambahnya.

AstraZeneca

“Yang menarik itu AstraZeneca. Ketika sampel diberikan vaksin secara full dose maka efektifitasnya hanya sebesar 62 persen. Tapi ketika diberikan dosis yang ringan akibat salah dosis, malah proteksinya menjadi 90 persen. Tapi belum ada penjelasan lebih lanjut terkait hal ini. Kelebihan lainnya adalah bisa disimpan di freezer biasa,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini