Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswi Ini Rancang Wisata Virtual, Alternatif Liburan di Tengah COVID-19

Aan haryono, Jurnalis · Sabtu 19 Desember 2020 02:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 620 2330248 mahasiswi-ini-rancang-wisata-virtual-alternatif-liburan-di-tengah-covid-19-aaFgGAKJwo.jpeg Aliyah Ulil Faddila, mahasiswa ITS perancang wisata virtual (Sindo/Aan)

MEMASUKI akhir tahun banyak orang yang masih berpikir untuk liburan. Di tengah pandemi COVID-19, liburan yang dirancang bisa tetap aman kalau dilakukan secara virtual.

Tim mahasiswa dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang suatu inovasi berupa wisata virtual yang diberi nama V-Eco.

Baca juga: 6 Golongan Ini Tak Wajib Tes Swab saat Terbang ke Bali

Para mahasiswa yang terdiri dari Aliya Ulil Faddila, Sukma Dyah Aini, dan Selvi Aini Mutiara Fadillah memulai perancangan V-Eco dikarenakan keresahannya akan kunjungan wisata yang mulai sepi di masa pandemi. Apalagi pariwisata yang berbasis Area Model Konservasi dan Edukasi (AMKE).

“Sehingga kami mencoba membuat wisata menjadi lebih aman di saat pandemi dengan konsep virtual ini,” kata Ketua Tim Mahasiswa, Aliya Ulil Faddila, Jumat (18/12/2020).

Ia melanjutkan, V-Eco hadir sebagai solusi untuk berbagai permasalahan pariwisata pada saat pandemi di Indonesia. Sebelumnya, Ulil dan tim telah melakukan riset ke salah satu wisata AMKE yakni di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu.

“Setelah itu, dilakukan perencanaan pengembangan V-Eco di desa-desa tertinggal yang memiliki tempat wisata di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Baca juga: 5 Kuliner Tradisional Ini Siap Goyang Lidahmu saat Liburan di Kudus, Apa Saja?

Mahasiswi asal Jombang ini menerangkan, Oro-Oro Ombo merupakan salah satu Das Hulu yang berperan penting bagi masyarakat.

Sebagai upaya konservasi dan edukasi masyarakat tani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan di daerah Panderman yang mendirikan wisata edukasi herbal.

Ada banyak masyarakat yang terlibat dan bergantung pada wisata AMKE ini. “Sehingga lewat V-Eco ini dapat memberikan dampak multiplier effect bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

V-Eco sendiri, menurut Ulil, dirancang dalam bentuk website yang memiliki video virtual dengan fokusan tiga dimensi (3D). Nantinya para pengunjung dapat mengakses website-nya dan memilih perjalanan kemana.

Selanjutnya para pengunjung akan diajak berkeliling di tempat wisata tersebut melalui video tiga dimensi (3D). “Nantinya pengunjung dapat mengetahui apa saja yang ada di wisata tersebut mulai dari isi wisata hingga apa yang dijual di sana,” ucapnya.

Ulil menambahkan, V-Eco ini juga dilengkapi fitur favorit yang berfungsi untuk menyimpan perjalanan pengunjung yang disukai. Sehingga video virtual bisa dinikmati dan diputar kapan saja berulang-ulang kali.

Selain itu, pengunjung juga bisa menambah wawasan wisata sekaligus dapat membeli produk-produk unggulan yang dijual dalam wisata tersebut lewat website V-Eco.

“Kami buat dalam bentuk website agar user friendly dan tidak perlu repot mengunduh aplikasi yang terkadang menghabiskan memori,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini