Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Turun, Permintaan Dunia Masih Lesu

Selasa 29 Desember 2020 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 620 2335430 harga-minyak-dunia-turun-permintaan-dunia-masih-lesu-MLMh7a0BVx.jpg Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak turun karena kekhawatiran tentang melemahnya permintaan bahan bakar berlanjut dan prospek produksi OPEC+ yang lebih tinggi melebihi optimisme atas paket stimulus Amerika Serikat.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari menetap di USD50,86 per barel, jatuh 43 sen atau 0,84%, setelah diperdagangkan setinggi USD52,02 AS di awal sesi.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada USD47,62 per barel, turun 61 sen atau 1,26%, demikian dilansir dari Antara, Selasa (29/12/2020).

Baca Juga: Sambut Natal, Harga Minyak Naik Lebih dari 2%

Minyak menguat pada awal sesi perdagangan, dengan Brent naik di atas USD52 per barel, ketika Demokrat menargetkan pembayaran bantuan COVID-19, USD2.000 lebih besar setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan stimulus USD2,3 triliun.

Presiden Donald Trump pada Minggu (27/12/2020) malam menandatangani rancangan undang-undang pengeluaran pemerintah dan paket bantuan COVID-19 menjadi undang-undang, mencegah penutupan pemerintah dan memberikan bantuan kepada individu dan bisnis saat pandemi memburuk.

 

Tetapi varian baru virus di Inggris telah menyebabkan pembatasan pergerakan diberlakukan kembali, memukul permintaan jangka pendek dan membebani harga, sementara rawat inap dan infeksi melonjak di beberapa bagian Eropa dan Afrika.

“Kami terus fokus pada pandemi ini dan apa yang akan terjadi pada Januari,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York. "Prospek lebih banyak penguncian semakin dekat dan saya pikir itulah yang menahan segalanya."

Pertemuan 4 Januari dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, juga membayangi pasar.

"Sementara banyak fokus akan tetap pada sisi permintaan dari keseimbangan minyak global minggu ini dan memasuki tahun baru, sisi pasokan dari keseimbangan tersebut mendapatkan lebih banyak perhatian bulan depan setelah OPEC+ menaikkan kelonggaran produksinya," kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates di Houston.

Grup mengurangi rekor pemotongan produksi minyak yang dibuat tahun ini untuk mendukung pasar. OPEC+ menetapkan untuk meningkatkan produksi sebesar 500.000 barel per hari pada Januari dan Rusia mendukung peningkatan lain dengan jumlah yang sama pada Februari.

Sementara itu, stok minyak mentah AS terlihat menurun minggu lalu, sementara persediaan produk kilang kemungkinan naik, jajak pendapat awal Reuters menunjukkan pada Senin (28/12/2020).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini