Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penelitian Temukan Gejala Covid-19 Bisa Dirasakan Selama 6 Bulan

Diana Rafikasari, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 620 2343812 penelitian-temukan-gejala-covid-19-bisa-dirasakan-selama-6-bulan-2Qup61EN0G.jpg Ilustrasi penanganan covid-19. (Foto: Freepik)

VIRUS corona atau covid-19 masih mewabah di banyak negara. Langkah penanganan pun terus dilakukan untuk memutus mata rantai persebarannya, salah satunya mendatangkan vaksin.

Selain itu, penelitian terkait covid-19 terus dilakukan. Tujuannya untuk benar-benar mengetahui cara mengentaskan wabah penyakit tersebut dari lingkungan masyarakat.

Baca juga: Kenali Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19 

Dalam sebuah penelitian di Wuhan, China, ditemukan fakta bahwa gejala covid-19 bisa bertahan atau dirasakan hingga 6 bulan. Hasil penelitian ini sudah diterbitkan di jurnal medis The Lancet. Penelitian tersebut mengamati beberapa orang pertama yang dirawat di rumah sakit karena menderita covid-19.

Studi berfokus pada 1.733 orang yang dirawat di rumah sakit karena covid-19 di Wuhan, tempat virus corona baru pertama kali terdeteksi pada Januari hingga Mei 2020. Banyak yang dirawat di rumah sakit, bahkan sebelum penyakit itu memiliki nama.

Ilustrasi pasien covid-19. (Foto: Shutterstock)

Sekira 3/4 pasien melaporkan gejala yang menetap 6 bulan setelah diagnosis awal mereka. Sebanyak 63 persen mengatakan mereka masih mengalami kelelahan atau kelemahan otot, 23 persen menyatakan kecemasan atau depresi, dan 26 persen melaporkan kesulitan tidur.

"Analisis kami menunjukkan bahwa sebagian besar pasien terus hidup dengan setidaknya beberapa efek virus setelah meninggalkan rumah sakit, dan menyoroti kebutuhan untuk perawatan pascakeluar," ungkap Dr Bin Cao, penulis studi ini sekalgus wakil direktur Pusat Penyakit Pernapasan di Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang di Beijing, dalam sebuah pernyataannya.

Baca juga: Catat! Ini 11 Gejala yang Muncul karena Covid-19 Jenis Baru 

Namun, ini adalah studi observasi yang berarti tidak mungkin untuk menghubungkan gejala-gejala tersebut secara langsung dengan virus corona jenis baru. Untuk menunjukkan hubungan yang sebenarnya, penelitian perlu membandingkan hasil covid-19 dengan mereka yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi serupa yang juga dapat menyebabkan pneumonia.

"Saya ingin melihat data pasien yang dirawat dengan penyakit selain covid-19 selama periode itu," jelas Dr Hana El Sahly, profesor virologi molekuler dan mikrobiologi serta kedokteran di Baylor College of Medicine di Houston, Amerika Serikat.

Dikutip dari NBC News, Rabu (13/1/2021), masuk rumah sakit dengan pneumonia bisa menjadi peristiwa traumatis bagi siapa pun. El Sahly menambahkan, tidak jarang pasien tersebut memiliki gejala yang menetap.

Studi ini juga menemukan bahwa pasien dengan kasus paling parah masih mengalami kesulitan bernapas 6 bulan kemudian. Lebih dari separuh pasien membutuhkan ventilator karena penyakitnya kemudian mengalami kondisi yang mengurangi aliran oksigen dari paru-paru ke aliran darah.

Baca juga: Fakta-Fakta Parosmia, Gejala Baru Covid-19 yang Ganggu Penciuman 

Tetapi tidak jelas apakah fungsi paru-paru yang terganggu itu disebabkan oleh virus atau terkait kondisi kesehatan yang mendasarinya. Sementara semua peserta penelitian dirawat di rumah sakit, hanya sedikit yang dirawat di unit perawatan intensif. Ini berarti temuan tersebut mungkin tidak berlaku untuk pasien yang paling sakit.

"Karena covid-19 adalah penyakit baru, kami baru mulai memahami beberapa efek jangka panjangnya pada kesehatan pasien," jelas Cao.

Dia menambahkan, penelitian mungkin berfungsi menyoroti kebutuhan peningkatan perawatan untuk pasien covid-19, bahkan setelah mereka keluar dari rumah sakit.

Baca juga: Sebagian Penderita Covid-19 Alami Parosmia, Bisa Kembali Pulih? 

Ilustrasi virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini