Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Faktor yang Bikin Investasi Indonesia Diprediksi Naik 20%

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 620 2347689 faktor-yang-bikin-investasi-indonesia-diprediksi-naik-20-s5oIp1awDI.jpg Kemitraaan Ekonomi Komprehensif Regional. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ekspor Indonesia diprediksi meningkat pasca-disahkannya Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan, RCEP akan memberikan sejumlah dampak positif bagi Indonesia selain peningkatan ekspor. Menurutnya, RCEP dapat membuat investasi meningkat lebih dari 20%, Produk Domestik Bruto dalam 10 tahun ke depan juga akan meningkat.

Baca Juga: Target Investasi Migas 2021 Naik Jadi USD17,59 Miliar

Selain itu, 60 juta UMKM akan terkena dampak positif dengan adanya kerja sama perdagangan ini.

“RCEP adalah sebuah kendaraan untuk meningkatkan peran dan kontribusi dan keberadaan Indonesia dalam perdagangan serta investasi dunia. Secara paralel, pemerintah juga sudah mengesahkan UU Cipta Kerja. UU ini merupakan elemen penting dalam memperbaiki pekerjaan rumah yang dihadapi selama ini terkait investasi. Karena itu, RCEP dan juga UU Ciptaker harus dijadikan momentum untuk mencapai pemulihan ekononi yang sustainable pada tahun ini,” kata Mahendra, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

RCEP memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha nasional dalam mengekspor produk-produk mereka. Lantaran, eksportir Indonesia hanya perlu menggunakan satu macam surat keterangan asal (SKA) untuk bisa mengekspor ke seluruh negara anggota RCEP.

Baca Juga: Bisikan Sri Mulyani soal Dana SWF ke Jokowi

RCEP terdiri atas 10 negara anggota ASEAN serta enam negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan ASEAN, yakni Australia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Shinta Kamdani mengatakan bahwa kontribusi perdagangan internasional untuk Indonesia masih sangat terbatas. Berdasarkan data World Bank, Gross Domestic Product (GDP) Indonesia masih jauh di bawah rata-rata dunia dan jauh di bawah peer group Asean.

Rata-rata dunia memiliki rasio perdagangan GDP sebesar 60,27% di 2019. Namun, Indonesia tak pernah lebih dari 50% dalam 10 tahun terakhir. Pada 2019, hanya 37, 3%.

“Ini tidak hanya masalah kinerja perdagangan Indonesia yang jauh di bawah peer group Asean, berarti Indonesia ini belum bisa memaksimalkan manfaat pasar global sebagai driver untuk pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Shinta.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini