Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keuangan Digital Tumbuh Tinggi, Awas Risiko Kejahatan Siber di Masa Pandemi

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 620 2351793 keuangan-digital-tumbuh-tinggi-awas-risiko-kejahatan-siber-di-masa-pandemi-g5zn6wIA2W.jpg Ekonoi Digital (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dengan adanya pandemi saat ini, permintaan akan perbankan digital dan layanan keuangan lainnya berkembang pesat di Indonesia.

Menurut data BPS, di kuartal IV 2020, 9 dari 10 orang yang disurvei melakukan pembelian online dan penggunaan layanan perbankan mobile melonjak tahun ke tahun hingga 67,2%.

Situasi ini mendorong lembaga keuangan untuk meningkatkan kemampuan mereka dan menjadi lebih gesit agar dapat memanfaatkan momentum tersebut di tahun 2021 dan seterusnya.

"Pada umumnya, lembaga keuangan menghabiskan 30-35% waktu mereka untuk membeli dan mengintegrasikan teknologi baru. Hal tersebut mengurangi kecepatan dalam meluncurkan layanan keuangan baru," ujar APAC Managing Director of GBG Dev Dhiman dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: OJK Fokus Kembangkan Keuangan Digital hingga Tahun 2024 

Dia menjelaskan, saat ini dengan meningkatnya penipuan keuangan siber, terlebih dengan adanya kejahatan rekayasa sosial dan pencurian identitas selama masa pandemi, pihaknya telah melihat bagaimana intelijen data di keamanan endpoint, asosiasi identitas, validasi alamat email, dan kemampuan penilaian lewat telepon telah membantu memitigasi usaha penipuan keuangan.

"Mengembangkan solusi pencegahan penipuan sangatlah penting untuk mengatasi ancaman berbahaya yang semakin banyak bermunculan," katanya.

Untuk perusahaan yang telah menggunakan fraud engine milik GBG, integrasi Intelligence Center memberikan 9 tindakan pencegahan penipuan tambahan yang dapat dipicu dengan mudah.

"Sembilan kemampuan pada platform GBG saat ini adalah validasi alamat, verifikasi biometrik, penilaian kredit digital, autentikasi dokumen, penilaian alamat email, IP keamanan endpoint, pencocokan identitas, verifikasi identitas, dan penilaian seluler," terang Dhiman.

Menu kemampuan dirancang untuk memenuhi persyaratan pencegahan fraud di ranah digital. Setiap kemampuan membawa ukuran pertahanan yang berbeda untuk perusahaan yang ingin berkembang di ruang online dan seluler dengan tujuan untuk menyediakan intelijen data dan asosiasi data selengkap mungkin.

Seiring dengan banyaknya lembaga keuangan yang berada dalam tahap transformasi digital, Intelligence Center akan menjadi sangat penting untuk membantu perusahaan mempercepat proses terjun ke pasar sambil tetap mampu mengatasi ancaman penipuan digital.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini