Kumpulan Berita
Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat dan memadai.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit pada Januari 2026 menunjukkan tren penguatan dibandingkan akhir tahun sebelumnya, yang menjadi modal penting bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun sepanjang tahun 2025, atau tumbuh 8,02 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,00 triliun.
Sektor konstruksi juga tercatat menyumbang pertumbuhan hingga 11,69%, mencerminkan kuatnya aktivitas investasi dan pembangunan.
Pertumbuhan tersebut berada dalam kisaran prakiraan BI sebesar 8??"11% (year on year/yoy).
Memasuki tahun 2026, optimisme pelaku industri perbankan mulai tumbuh seiring membaiknya kondisi likuiditas dan stabilitas pemerintahan baru. Meski demikian, kewaspadaan terhadap risiko global tetap menjadi prioritas utama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit pada November 2025 tumbuh sebesar 7,74 persen secara tahunan (year-on-year)
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang digelar pada Rabu (7/1) memutuskan menambah satu orang untuk mengisi jajaran komisaris perseroan. Pemegang saham menyetujui mengangkat Didyk Choiroel menjadi komisaris BTN.