Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenperin: Semua Industri Komit dengan Isu Lingkungan

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 620 2364448 kemenperin-semua-industri-komit-dengan-isu-lingkungan-D2TmmNKn6F.jpg Industri Pulp dan Kertas Komit dengan Persoalan Lingkungan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Industri pulp dan kertas memperhatikan persoalan lingkungan dalam setiap produksinya. Plt Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian Edy Sutopo mengatakan, industri pulp dan kertas memiliki keinginan untuk menerapkan proses produksi yang berkelanjutan.

Usaha-usaha tersebut pun masih dikembangkan demi menyelesaikan tantangan di sektor industri pulp dan kertas. Menurut Edy, seluruh industri berkomitmen untuk pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Anggaran Disunat Rp301 Miliar, Menperin Bicara soal Ekonomi RI

“Kita sudah komit dengan hal tersebut, saya kira semua industri komit dengan isu lingkungan ini karena memang kalau kita lihat secara hukum, industri di Indonesia dikembangkan dengan prinsip green consumerism,” ucap Edy, Kamis (18/2/2021).

Green consumers adalah para konsumen yang lebih memilih produk tidak membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Jadi produk ramah lingkungan mulai lebih banyak dipilih oleh konsumen

Sehingga ini berpengaruh pada industri pulp dan kertas, bila tidak melakukan komitmen menjaga lingkungan dan keamanan pada konsumen.

Baca Juga: Realisasi Naik, Kemenperin Serap Anggaran Rp1,98 Triliun di 2020

Kalimantan yang menjadi hutan terluas di Indonesia, menghasilkan banyak pulp dan kertas. Namun tetap perlu dilakukan penanganan yang tepat agar kondisi hutan tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara, Syarifuddin, menjelaskan terdapat berbagai usaha untuk menjaga kelestarian hutan, menurutnya Kalimantan Utara menjadi wilayah yang sangat kecil terjadi kebakaran hutan. Hal tersebut karena rutin berjalannya sosialisasi ke masyarakat terkait penanaman dan dana bagi hasil.

Di kawasan APL (Areal Penggunaan Lain) digunakan masyarakat untuk bertanam. Asalkan apa yang ditanam mempunyai pangsa pasar, sehingga dana hasil bertanam dapat dialokasikan untuk kepentingan bersama.

“Kita selalu mengadakan sosialisasi ke masyarakat untuk melakukan penanaman, pengadaan bibit juga kita adakan dari KLHK. Telah disetujui oleh kementerian keuangan ada dana bagi hasil, dulu hanya untuk reboisasi sekarang bisa menjadi dana sosial dan penanggulangan kebakaran,” jelas Syarifuddin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini