Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata, Bisnis Ritel Modern Tetap Tumbuh di Tengah Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 620 2373419 ternyata-bisnis-ritel-modern-tetap-tumbuh-di-tengah-covid-19-krUCJAWmf0.jpg Ritel (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembatasan aktivitas sosial masyarakat selama Pandemi Covid-19 di seluruh dunia, telah membawa dampak yang cukup signifikan terhadap penurunan aktivitas bisnis dan perekonomian di hampir semua lini usaha.

Salah satu sektor usaha yang paling terkena dampak adalah sektor bisnis eceran khususnya brand dan bisnis ritel. Namun, ternyata tidak semua brand dan peritel mengalami penurunan omzet usaha di kala pandemi Covid-19.

“Berdasarkan data kami, beberapa brand dan peritel Modern Trade Independent masih bisa mempertahankan angka penjualannya dengan stabil, bahkan ada yang bisa growth up. Asal jeli dan konsisten dalam strategi marketing, situasi pasar saat ini yang suram, sebenarnya masih bisa di-create menjadi peluang yang positif,” ujar Country Manager dari eyos Soon Lee dalam risetnya di Jakarta, Sabtu (6/3/2021).

Baca Juga: Kondisi Pengusaha Ritel: Prihatin, Kita Harus PHK Karyawan 

Hasil riset ini mengukur data real-time dari dua ribuan toko Modern Trade Independent (MTI). Riset pasar yang dilaksanakan selama September-Oktober 2020 terhadap lebih dari 2.000 toko ritel MTI di seluruh Indonesia,

Menemukan bahwa kategori besar seperti mie instan, susu, minyak goreng masih menunjukkan trend stabil cenderung positif dibanding sebelum pandemi. Untuk kategori yang berhubungan dengan sanitasi dan imun mengalami peningkatan yang cukup masif.

Sedangkan untuk bisnis toko ritel MTI tidak menunjukkan penurunan. Tetap ada toko ritel yang mencatat angka pertumbuhan omzet yang melejit tinggi.

Salah satu fenomena menarik justru di saat aktivitas ekonomi shutdown akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, bisnis minimarket dan supermarket mandiri skala lokal tumbuh pesat dan menjamur di berbagai kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

"Berdasarkan data yang terdokumentasi, ada beberapa brand yang stabil dan tumbuh. Umumnya mereka yang sigap dalam membaca data penjualan setiap hari, kemudian mengantisipasi dengan program marketing yang cepat dan tepat,” ujar Soon Lee.

Eyos melakukan riset ini dengan cara pengumpulan data konsumen secara real time saat pembayaran di meja kasir. Riset dilakukan pada dua ribuan minimarket dan supermarket lokal di berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Aprindo Fernando Repi secara umum mengungkapkan bahwa memang bisnis ritel meleset jauh dari yang diharapkan karena pandemi. Namun, kata Nando, berbeda dengan ritel modern, minimarket baik skala nasional maupun lokal, justru lebih tahan terhadap krisis karena mereka lebih adaptif.

"Selain lokasinya yang dekat dengan masyarakat, minimarket dan supermarket lokal biasanya lebih cepat adaptif, bisa menyesuaikan dengan keadaan,", ujarnya.

Namun untuk lebih berkembang, menurut dia, minimarket dan supermarket lokal harus memperluas channel penjualan dan menjalin kerja sama dengan marketplace.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini