Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Penyakit Ini Selama Musim Pancaroba di Masa Pandemi

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 02 April 2021 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 02 620 2388440 waspadai-penyakit-ini-selama-musim-pancaroba-di-masa-pandemi-Dou3SQZtCM.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Beberapa waktu belakangan ini, cuaca di sebagian besar kota-kota di Indonesia sangat tak menentu memasuki musim pancaroba. Siang hari sangat panas terik dan kering, namun bisa langsung berubah drastis menjadi dingin karena turun hujan lebat di sore hari menjelang malam.

Kondisi cuaca esktrem di masa pancaroba terlebih lagi di situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, membuat setiap orang harus ekstra dalam menjaga kesehatan tubuh agar tak mudah jatuh sakit.

Pakar kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD, memperingatkan di musim cuaca ekstrim seperti ini ada dua kategori penyakit yang harus diwaspadai setiap orang. Profesor Ari menyebutkan, di udara dingin biasanya mudah timbul penyakit-penyakit sebelumnya yang sudah ada.

Flu

“Pertama penyakit yang sudah ada sebelumnya pada masyarakat yang mengalami kekambuhan karena udara yang dingin, contohnya asma (sesak napas), pilek alergi (rinitis alergi), sinusitis serta alergi kulit karena udara dingin,” jelas Profesor Ari saat dihubungi MNC Portal Indonesia baru-baru ini.

Baca Juga : Melenggang Manja Nyebrang Jalan, Syahrini Tenteng Tas Rp115 Juta!

Lanjut berikutnya, penyakit yang harus diwaspadai muncul saat ini adalah tipe penyakit yang hadir karena paparan udara dingin. Contohnya kulit menjadi kering, kulit telapak kaki pecah-pecah, timbul pecah-pecah pada bibir dan bahkan terkadang sampai mimisan.

“Masyarakat harus mengantisipasi udara dingin tersebut agar tidak mengalami gangguan kesehatan berupa mimisan, batuk pilek dan bibir pecah-pecah sehingga menurunkan nafsu makannya. Tentu kondisi yang sangat mengganggu masyarakat yang sedang khawatir di masa pandemi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Profesor Ari menegaskan, paparan udara dingin terus menerus jangan dianggap sepele. Terlebih orang-orang dengan penyakit penyerta dan kelompok lanjut usia.

“Jika paparan udara dingin terus berlangsung akan terjadi penurunan suhu tubuh (hipotermia), ini akan mengancam jiwa orang tersebut. Selain itu, masyarakat yang mempunyai risiko tinggi gangguan kesehatan karena cuaca dingin orang lanjut usia lanjut, orang dengan komorbid, punya diabetes, ada gangguan jantung dan pembuluh darah,” pungkas Profesor Ari.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini