Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Temukan Varian Delta B1617.2 pada Orang yang Sudah Divaksin Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 620 2424895 peneliti-temukan-varian-delta-b1617-2-pada-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19-absuecswNu.jpg Ilustrasi Vaksin. (Foto: Freepik)

MENDAPATKAN vaksin Covid-19 bukan berarti kita akan kebali terhadap virusnya. Banya orang sudah terbukti terpapar Covid-19, meskipun sudah mendapatkan vaksin.

Oleh karena itu, kita harus tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan di tempat umum. Apalagi, belakangan terbukti varian baru Covid-19 sudah masuk ke Indonesia.

Studi awal yang dilakukan All India Institute of Medicine Science (AIIMS) berbasis di New Delhi mengklaim bahwa Covid-19 varian Delta (B1.617.2) ditemukan pada mereka yang sudah divaksin, baik itu satu maupun dua dosis.

Studi AIIMS ini melibatkan 63 orang sebagai subjek penelitian dengan detail 36 orang penerima dua dosis vaksin Covid-19, dan 27 orang penerima satu dosis. Hasil penelitian pun menjelaskan, kemungkinan paparan itu masih ada meski sudah divaksin.

"Varian Delta ditemukan pada 36 orang (57,1%) dari 63 subjek penelitian dengan detail ada pada 19 pasien penerima dua dosis vaksin (52,8%) dan 17 orang penerima satu dosis vaksin (47,2%)," terang studi AIIMS tersebut, dikutip dari Live Mint, Senin (14/6/2021).

"10 pasien menerima Covishield (AZD1222), sementara 53 lainnya menerima Covaxin (BBV152), di mana 41 orang berjenis kelamin laki-laki dan 22 lainnya perempuan," tambah laporan tersebut.

Terkait dengan usia, rerata pasien berusia 21 hingga 92 tahun. Dari kesemuanya diketahui tak ada penyakit penyerta yang dapat memperberat risiko penularan.

Laporan lebih lanjut menyatakan, tidak ada laporan kematian dalam ukuran sampel 63 orang ini, meskipun hampir semua kasus melaporkan demam tinggi yang tak kunjung reda selama 5 hingga 7 hari pasca vaksinasi.

"Viral load pada saat diagnosis berstatus tinggi pada semua pasien, terlepas dari status vaksinasi ataupun jenis vaksin yang diterima," jelas laproran tersebut.

"Perjalanan awal penyakit dimulai dengan demam non-remisi tingkat tinggi berlangsung selama 5-7 hari, mirip dengan presentasi klinis pada pasien yang tak menerima vaksinasi," ungkap laporan studi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini