Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pungli Sopir Truk Ibarat Praktik Mafia

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 620 2425327 pungli-sopir-truk-ibarat-praktik-mafia-kZACJIiJIv.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Aksi pungutan liar (pungli) preman di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok di kalangan membuat sopir resah. Selain itu, dampak preman yang melakukan pungli ini mengganggu biaya logistik. Aksi pungli ini ibarat praktik mafia.

Baca Juga: Sopir Kontainer di Tanjung Priok Curhat Sering Dipalak Preman, Jokowi Langsung Telefon Kapolri

Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira mengatakan, kasus pungli yang terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok bukan jadi yang pertama. Keberlangsungan pemalakan tidak serta merta hanya dilakukan oleh satu dua oknum. Sehingga aksi ini masih terus berlangsung hingga saat ini.

"Praktik tidak bisa berlangsung sangat lama, kalau strukturnya hanya satu dua orang pemain. ini sebenarnya praktik mafia," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga: OTT di Bandar Lampung, Propam Polri Bakal "Sikat" Siapa pun Terlibat Pungli SIM

Bhima menuturkan, para preman yang melakukan aksi ini akan membagi-bagikan hasil palakannya pada oknum yang lainnya. Sebab aksi ini memiliki struktur berlapis di dalamnya.

"Uang dari hasil pungli nanti akan dibagi-bagi ke oknum karena pungli itu berlapis,"katanya.

Bhima menegaskan bahwa aksi pemalakan ini harus diusut sampai tuntas ke akar-akarnya sehingga tidak akan ada lagi anggota lainnya yang masih berkeliaran melanjutkan aksinya. Dia juga menyampaikan, oknum-oknum yang terlibat dalam aksi pungli harus di pecat dan diberi sanksi tegas.

"Kita sudah bosan ya dengar pungli merajalela dan ini sangat membebani ekonomi," tutupnya.



1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini