Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demam Berlian Landa Desa Afrika Selatan Setelah Penemuan Batu Misterius

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 620 2425367 demam-berlian-landa-desa-afrika-selatan-setelah-penemuan-batu-misterius-QOchQ9Te9m.jpg Seorang wanita menggali tanah dengan beliung untuk mencari batuan berharga setelah penemuan batuan yang diyakini sebagai berlian di Desa KwaHlathi, Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan. (Foto: Reuters)

BLOEMFOENTEIN - Lebih dari 1.000 pencari keberuntungan pada Senin (14/6/2021) berbondong-bondong mendatangi Desa KwaHlathi di Provinsi KwaZulu-Natal Afrika Selatan untuk mencari apa yang mereka yakini sebagai berlian. “Demam berlian” ini terjadi setelah penemuan batu tak dikenal di daerah tersebut.

Orang-orang melakukan perjalanan dari seluruh Afrika Selatan untuk bergabung dengan penduduk desa yang telah menggali sejak Sabtu (12/6/2021). Aktivitas ini dimulai setelah seorang penggembala menggali sebuah batu, yang diyakini sebagai berlian kuarsa, di sebuah lapangan dan mengumumkan penemuan tersebut.

BACA JUGA: Viral Gunung Emas, Ribuan Penduduk Dilanda "Demam Emas"

Mendo Sabelo, seorang penggali di KwaHlathi mengatakan bahwa itu adalah penemuan yang “mengubah hidup”.

"Artinya hidup kami akan berubah karena tidak ada yang punya pekerjaan yang layak, saya melakukan pekerjaan sambilan. Ketika saya kembali ke rumah bersama mereka, (keluarga) sangat gembira," kata ayah dua anak berusia 27 tahun itu sebagaimana dilansir Reuters.

Skhumbuzo Mbhele yang menganggur setuju, menambahkan: "Saya belum pernah melihat atau menyentuh berlian dalam hidup saya. Ini pertama kalinya saya menyentuhnya di sini."

Departemen pertambangan mengatakan pada Senin bahwa mereka mengirim tim yang terdiri dari ahli geologi dan pertambangan ke lokasi untuk mengumpulkan sampel dan melakukan analisis.

BACA JUGA: KISAH: Gagal di Amerika, Pria Inggris Sebar Demam Emas di Australia

Sebuah laporan teknis formal akan dikeluarkan pada waktunya, kata departemen itu.

Kurangnya analisis batu tidak menghalangi para pencari rezeki untuk mencoba peruntungan mereka. Antrean panjang mobil yang diparkir tampak di kedua sisi jalan, hanya beberapa meter dari lapangan tempat batuan tersebut ditemukan.

Para pemuda, orang tua, perempuan dan laki-laki menggali tanah dengan pacul, beliung, sekop, dan garpu untuk menemukan batuan berharga.

Ekonomi Afrika Selatan telah lama menderita dari tingkat pengangguran yang sangat tinggi, menjebak jutaan orang dalam kemiskinan dan berkontribusi pada ketidaksetaraan yang bertahan hampir tiga dekade setelah berakhirnya apartheid pada 1994. Pandemi virus corona telah memperburuknya.

Beberapa orang sudah mulai menjual batu tersebut, dengan harga mulai dari 100 rand (Rp103.000) hingga 300 rand (Rp310.000).

Pemerintah provinsi sejak itu telah meminta semua yang terlibat untuk meninggalkan lokasi untuk mengizinkan pihak berwenang melakukan pemeriksaan yang tepat, di tengah kekhawatiran orang-orang yang menggali di lokasi berpotensi menyebarkan virus corona.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini