Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko PMK Minta Waspadai Klaster Hajatan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 18 Juni 2021 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 620 2427083 menko-pmk-minta-waspadai-klaster-hajatan-NZgqqj5btp.jpg Menko PMK kunjungi desa lockdwon imbas Covid-19 di Madiun (Foto: istimewa)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau wilayah Dukuh Bulurejo, Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Desa ini diketahui telah melakukan {lockdown} sejak banyak warganya yang terpapar Covid-19 dari klaster hajatan pernikahan.

Muhadjir menyebut, fenomena kluster hajatan dan pernikahan di daerah pedesaan harus diwaspadai. Menurut dia, adanya pesta pernikahan yang meriah bisa memicu klaster Covid-19 seperti di Desa Bantengan.

"Kemarin kan kalau hajatan sederhana mungkin ini tidak terjadi kluster. Ini kan hajatan ada nanggap reog (kesenian reog), kemudian datanglah para pengunjung itu kerumunan tanpa mematuhi protokol kesehatan ikut teriak-teriak memeriahkan acara," ujar Muhadjir usai mengecek karantina wilayah (lockdown) dan isolasi mandiri di Desa Bantengan, Jatim, dikutip dari keterangan persnya, Jumat (18/6/2021).

Namun demikian, Muhadjir mengapresiasi penanganan Covid-19 di Desa Bantengan. Menurutnya, Satgas Covid-19 Kabupaten Madiun dan aparat desa telah bekerja dengan sangat baik dalam hal tracing kasus dan penanganan masyarakat yang bergejala Covid-19.

Baca juga: Pemerintah Sampaikan Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Siang Ini

Dalam pengecekannya, dia melihat, pihak Pemerintah Kabupaten telah menyediakan bantuan kebutuhan bahan pangan bagi warga yang melakukan isolasi mandiri bersama keluarganya. Akses masuk dan keluar kawasan yang dihuni warga dua RT di dukuh tersebut ditutup. Portal bertuliskan "Sedang Melaksanakan Isolasi Mandiri" dipasang.

"Saya sangat apresiasi karena dari pihak aparat desa peka sekali. Ketika ada gejala dilakukan tracing dan ketemulah benar kasus-kasus itu," katanya.

Baca juga: Bandung Raya Siaga Satu, Menko PMK: Taruhan Kita Hanya Tinggal Disiplin atau Tidak

Dia berujar, penanganan Covid-19 di Desa Bantengan merupakan contoh pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala Mikro (PPKM Mikro) dan karantina wilayah seperti yang diperintahkan Presiden.

"Jadi kita tidak boleh mengunci seluruh daerah kemudian dinyatakan merah. Zona merah itu paling di tingkat RT, RW, bahkan mungkin beberapa keluarga. Dan itulah yang di-lockdown. Sehingga ekonomi masih berjalan dan Covid-19 masih bisa dikendalikan," ujarnya.

"Saya kira juga penanganannya sangat sempurna karena mereka yang bergejala ringan diangkut ke RS, kemudian yang masih sehat di-lockdown di RT-nya, nanti ditunggu sampai masa inkubasi. Kalau nanti masa inkubasi betul-betul sehat ya berarti sudah bebas Covid-19," imbuh Muhadjir.

Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan, pencegahan virus corona bukan hanya tugas aparat dan Satgas Covid-19 saja. Tetapi yang terpenting adalah kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Melonjak, Ini Lima Rekomendasi Mantan Direktur WHO

"Kalau misalnya aparat saja tidak bisa, itu tidak mungkin. Karena kuncinya kesadaran masyarakat untuk selalu mengontrol kegiatan, saling mengingatkan selalu pakai masker, sebetulnya sederhana," imbuhnya.

Diketahui, sebanyak 66 orang di Desa Bantengan dinyatakan positif atau reaktif virus corona usai tes antigen. Mereka ikut hadir dalam hajatan pernikahan salah satu warga.

Baca juga: Kemenkes: 90% Tenaga Kesehatan yang Terpapar Covid-19 di Kudus Sembuh

Dalam kunjungannya itu, Menko Muhadjir didampingi oleh Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Madiun, dan petugas tracer dari TNI-Polri wilayah Madiun.

Sesuai data yang dikeluarkan oleh laman resmi infocovid19.jatimprov.go.id, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Madiun hingga Kamis 17 Juni 2021, mencapai 213 orang.

Secara total, kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun mencapai 4066 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 3606 orang di antaranya telah sembuh, 213 orang masih dalam perawatan, dan 247 orang meninggal dunia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini