Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tepis Keraguan, Guru Besar UI Nilai Semua Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 19 Juni 2021 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 620 2427710 tepis-keraguan-guru-besar-ui-nilai-semua-vaksin-covid-19-aman-digunakan-XWnua73M5U.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menepis kekhawatiran masyarakat untuk divaksinasi dengan vaksin Covid-19 jenis tertentu. Dia menilai semua jenis vaksin Covid-19 yang ada aman untuk digunakan atau disuntikan ke masyarakat.

"Saya setuju sekali sekarang semua vaksin memang kita gunakan saja," kata Tjandra dalam acara diskusi virtual Smart FM Perspektif Indonesia bertajuk 'Menyiasati Lonjakan Covid-19', Sabtu (19/6/2021).

BACA JUGA: Baru 7 Persen, Vaksinasi Covid-19 Indonesia Masih Jauh dari Harapan

Menurut Tjandra, semua vaksin yang tersedia di Indonesia seperti Sinovac, AstraZeneca dan terbaru Sinopharm harus dimanfaatkan untuk proses vaksinasi  Covid-19 demi menciptakan kekebalan kelompok atau Herd Immunity

"Vaksin tak perlu ragu-ragu semua vaksin dimanfaatkan secara maksimal untuk melindungi," ujar Tjandra.

Lantas, Tjandra menjelaskan, apakah Sinovac dapat memberikan kekebalan terhadap jenis mutasi Covid-19 baru B1617 yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal itu lantaran belum ada penelitian mengenai dampak jenis vaksin itu kepada virus corona.

BACA JUGA: Perbedaan Mendasar Vaksin Astrazeneca dan Sinovac, Siapa Lebih Ampuh Mencegah Penularan?

Jika merujuk pada penelitian di Inggris, kata Tjandra hal itu lantaran negara tersebut baru menggunakan dua jenis vaksin yakni, Pfizer dan AstraZeneca. Sementara belum menggunakan Sinovac.

"Penelitian dari Inggris tentang danpak vaksin ke varian Delta, Inggris pakai dua vaksin saat ini Pfizer dan AstraZeneca. Jadi yang dikemukakan dampak Pfizer dan AstraZeneca terhadap Delta karena memang mereka tidak pakai Sinovac. Saya yakin negara yang pakai Sinovac bukan saya yakin itu. Bukan Sinovac tidak bisa tapi karena Inggris tidak gunakan Sinovac kebetulan," tutup Tjandra.

(dka)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini