Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Epidemiolog Prediksi Puncak Kasus Covid-19 Akhir Juli-Agustus, Apa yang Harus Dilakukan?

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 620 2432998 epidemiolog-prediksi-puncak-kasus-covid-19-akhir-juli-agustus-apa-yang-harus-dilakukan-0IgymlCW8D.jpg Ilustrasi kasus covid-19 di Indonesia. (Foto: Okezone)

PEMERINTAH dikabarkan segera menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kebijakan ini sebagai respons terkait kasus covid-19 di Indonesia yang terus mengalami lonjakan drastis.

Menanggapi adanya wacana PPKM Darurat tersebut, epidemiolog dari Griffith University Australia dr Dicky Budiman justru mengingatkan tentang puncak kasus covid-19 di Indonesia yang diprediksi terjadi pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2021. Terlebih lagi saat ini ada varian delta covid-19 yang disebut sangat mudah menular.

Baca juga: Sebelum PPKM Darurat, Epidemiolog Minta Pemerintah Perbaiki 3 Hal Ini 

"Kita akan menghadapi puncak di akhir Juli sampai pertengahan Agustus. Mungkin dengan 2.000–3.000 kematian per hari dan kasus 200–300 ribu per hari, dan itu juga karena adanya delta variant," kata dr Dicky saat dihubungi MNC Portal, Selasa 29 Juni 2021.

Ia menjelaskan, meski prediksi tersebut belum tentu akan terjadi, bisa menjadi peringatan untuk mengambil langkah berikutnya. "Itu kan proyeksi ya, tidak ada yang 100 persen benar," ujarnya.

Info grafis gejala varian delta covid-19. (Foto: Okezone)

Dokter Dicky menyarankan pemerintah segera memperketat lagi upaya 3T, 5M, serta gencar melakukan vaksinasi covid-19.

"Apa yang harus direspons terkait delta variant ini? Ya sebetulnya tiga respons strategi yang kombinasi. Pertama, 3T (testing, tracing, treatment) yang betul-betul masif, artinya untuk ukuran Indonesia setidaknya (testing) 500.000 sehari. Kemudian (kedua), vaksinasi," paparnya.

Lalu yang ketiga adalah 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas. "5M ini yang masih menjadi catatan merah kita," ungkap dr Dicky.

Baca juga: Alami Infeksi Paru Akibat Covid-19, Prof Eka Wahjoepramono Bagikan Tips Cepat Sembuh 

Selain tiga hal tersebut, dia juga menyarankan pemerintah fokus terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.

"Dalam PPKM Darurat ini, konsentrasi utama harus fokus dengan perbaikan kualitas layanan, mengurangi beban di layanan, sistem rujukan diperbaiki, rumah sakit rumah sakit rujukan didukung. Karena kita belum berada di situasi terburuk. Makanya, ini harus dipersiapkan dan dievaluasi rutin," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini