Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Efek Jangka Panjang Pasien Covid-19 Minum Azithromycin Picu Resistensi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 620 2443646 efek-jangka-panjang-pasien-covid-19-minum-azithromycin-picu-resistensi-FAXP0NbhZz.jpg Azithromycin (Foto : The Pharmaceutical Journal)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) telah merevisi penggunaan obat Azithromycin untuk pasien Covid-19. Kini, pasien Covid-19 tidak lagi disarankan untuk menerima obat Azithromycin dalam proses penyembuhannya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI, Profesor Zubairi Djoerban, menegaskan bahwa Azithromycin memang sudah tidak boleh diberikan ke pasien Covid-19, kecuali pasien ada infeksi bakteri sekunder. Ya, obat ini masuk ke dalam jenis antibiotik dan karena itu fungsinya untuk mengatasi bakteri bukan virus seperti SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

Azithromycin

"Pertama-tama saya jelaskan dulu tentang Azithromycin. Obat ini adalah obat antibiotik yang mengatasi bakteri. Itu sudah jelas. Kalau Covid-19 kan penyebabnya virus, sehingga tidak seharusnya pasien Covid-19 diberikan Azithromycin kecuali ada infeksi bakteri sekunder. Tetapi, pemakaiannya tetap ditentukan oleh dokter," terang Prof Beri di Instagram pribadinya, belum lama ini.

Dijelaskan sebelumnya bahwa WHO telah merevisi obat Azithromycin dari daftar obat terapi Covid-19 dan ini pun dibenarkan Prof Beri. "Revisi itu dilakukan karena beberapa penelitian mengungkapkan bahwa dampak Azithromycin terhadap pasien Covid-19 itu tidak efektif," tegasnya.

Baca Juga : Obat Oseltamivir dan Azitromisin Tidak Lagi Diberikan kepada Pasien Covid-19

Malah, sambung Prof Beri, penggunaan obat Azithromycin secara tidak perlu akan membuat pasien rentan terhadap efek samping dari obat antibiotik tersebut, salah satunya meningkatkan risiko resistansi.

"Jadi, kalau pemakaiannya sembarang, terlalu banyak, tanpa indikasi yang benar, akan timbul resistansi. Yang resisten tentunya bukan kitanya, tapi bakterinya," katanya.

Ini menjadi masalah buat para pasien Covid-19 isolasi mandiri yang menggunakan obat antibiotik secara bebas. Terlebih, ketika pemakaian terlampau berlebih, ini benar-benar membahayakan.

"Jadi, bakteri yang terlalu sering dapat Azithromycin malah membuat bakteri itu resisten. Kalau mereka resisten, maka sulit diatasi," ungkapnya.

Prof Beri pun menyampaikan saran terbaiknya atas masalah ini. "Saran saya, jangan pakai Azithromycin kecuali memang terbukti ada infeksi bakteri, selain Covid-19," ungkapnya.

Tapi, bagaimana jika sudah terlanjur minum Azithromycin?

"Bagaimana jika sudah terlanjur memakai Azithromycin? Setop, karena tidak dibenarkan. Meski saya tahu niatnya baik untuk menyembuhkan, tapi harus dipahami bahwa Azithromycin bukan obat Covid-19,' tegasnya.

Azithromycin

Ada alasan kuat mengapa Prof Beri meminta pasien Covid-19 menyudahi penggunaan Azithromycin tanpa indikasi yang tepat. Ada efek samping yang ditimbulkan jika pasien Covid-19 menggunakan Azithromycin.

"Efeknya jangka panjang, setelah beberapa bulan ketika bakteri itu menjadi resisten. Amat mungkin juga obat ini berefek serius pada orang yang menggunakannya dalam jumlah banyak dan sembarangan, di kemudian hari," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini