Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati, Gejala Covid-19 pada Anak Tak Selalu Demam dan Batuk Loh

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 620 2463494 hati-hati-gejala-covid-19-pada-anak-tak-selalu-demam-dan-batuk-loh-z5t6sZ4M51.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEIRING menurunnya jumlah kasus postif Covid-19 di Indonesia, beberapa daerah pun menggelar pembelajaran tatap muka atau sekolah tatap muka. Tercatat ada 610 sekolah di wilayah DKI Jakarta yang menggelar pembelajaran tatap muka. Sekolah tatap muka ini dilakukan setelah PPKM di Ibu Kota turun menjadi level 3.

Dalam surat keputusan Dinas Pendidikan Nomor 883/2021 tentang Penetapan Satuan Pendidikan yang Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pembelajaran Campuran Tahap I pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, tercantum daftar 610 yang akan menggelar sekolah tatap muka.

Tapi, tentu saja orangtua yang mengizinkan anaknya melakukan sekolah tatap muka waswas. Pasalnya, anak kecil menjadi golongan yang rentan terinfeksi Covid-19.

Nah, jika selama ini demam dan batuk bisa mengindikasikan Covid-19, namun pada anak kecil gejala umum tersebut mungkin bisa tidak terjadi pada anak kecil. Menurut hasil studi, anak-anak yang terinfeksi Covid-19 mungkin tidak memiliki gejala pernapasan pada awalnya.

Gejala Covid-19 pada anak-anak bisa dimulai dengan masalah pencernaan, seperti diare. Penelitian tersebut diketahui diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Pediatrics, studinya melibatkan lima orang anak berusia antara dua dan lima tahun dari Wuhan, China.

Sebanyak empat pasien Covid-19 anak-anak, justru pertama kali bermanifestasi dengan gejala saluran pencernaan. Pasien anak-anak tersebut pertama kali dibawa ke rumah sakit Wuhan Children's Hospital, antara 23 Januari dan 20 Februari 2020. Mereka awalnya terdeteksi mengalami masalah kesehatan yang tidak berhubungan dengan Covid-19.

Ketika pertama kali tiba di rumah sakit, anak-anak itu bahkan sama sekali tidak batuk, meski demikian mereka dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari kelima anak hanya ada satu anak yang diketahui terpapar virus corona sementara yang lainnya diduga memiliki riwayat kontak. Empat dari lima anak kemudian mengalami demam.

Merangkum dari News Week, demam tersebut tidak jelas apakah disebabkan karena infeksi virus corona. Ketika dilakukan pemeriksaan CT scan di bagian dada kepada kelima anak, semua hasil CT scan menunjukkan tanda-tanda pneumonia, di mana ini adalah komplikasi dari Covid-19.

Salah satu bayi berusia 10 bulan mengalami muntah, hasil tinjanya menyerupai jelly, baru kemudian mengalami demam. Setelah sembilan hari dirawat di unit gawat darurat perutnya membesar dan hasil tinjanya berdarah merah gelap, dengan isi lambung mirip ampas kopi. Bayi perempuan 10 bulan tersebut pun diketahui meninggal karena mengalami kegagalan banyak organ.

Pasien anak kedua, seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang mengidap radang usus buntu. Masuk rumah sakit dengan tidak mengalami gejala Covid-19. Tapi karena sang nenek terserang Covid-19, akhirnya dokter meminta anak tersebut untuk melakukan CT scan sebelum melakukan operasi radang usus buntu.

Hasilnya, dokter menemukan sang bocah menderita pneumonia dan hasil tes Covid-19 pun menunjukkan hasil positif. Untungnya, anak ini berhasil pulih setelah dirawat selama 10 hari.

Kasus ketiga menimpa seorang bayi berusia delapan bulan yang langsung dilarikan ke unit gawat darurat setelah menderita trauma di bagian kepala tiga hari sebelumnya.

Bayi ini tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19, namun ia mengalami demam. Sebelum dirawat di unit perawatan intensif anak, dokter melakukan pemeriksaan CT scan di bagian dada dan kemudian ketika dites Covid-19, hasilnya pun positif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini