Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wamenag Minta Pengusaha Muslimah Kuasai Literasi Digital untuk Kembangkan Bisnis

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 620 2463848 wamenag-minta-pengusaha-muslimah-kuasai-literasi-digital-untuk-kembangkan-bisnis-EhzC5gG5XK.jpeg Wamenag Zainut Tauhid Saadi. (Foto: Kemenag)

PARA pengusaha muslimah diingatkan tentang pentingnya penguasaan literasi digital dalam pengembangan usahanya. Demikian diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi.

"Pengusaha muslimah wajib menguasai literasi digital. Sudah bukan zamannya lagi menjalankan bisnis secara manual. Itu sudah ketinggalan zaman. Semua orang kini sudah beralih dari manual ke digital," pesan Wamenag di Jakarta, Senin 30 Agustus 2021, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka, Kemenag: 52% Guru RA dan Madrasah Sudah Divaksin 

"Jangan berpikir bahwa digital itu mahal dan susah. Semua kita bisa dan biasa menggunakannya. Gadget yang ada di tangan kita adalah modal penting membangun usaha," sambungnya.

Wamenag minta gadget tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi dan informasi semata. Apalagi, hanya digunakan untuk sekedar bermain game yang menghabiskan waktu. Gadget bisa dioptimalkan sebagai modal merintis dan membangun usaha digital.

Ilustrasi literasi digital. (Foto: Freepik)

"Sangat sederhana, cobalah mulai memposting dan meng-endorse produk kita melalui status di media sosial," tutur Wamenag, "Mari gunakan media sosial untuk aktivitas produktif dan menguntungkan dengan memanfaatkannya bagi kemajuan bisnis kita."

Ia mengungkapkan, peluang bisnis berbasis digital di Indonesia sangat besar. Menurut Global Web Index, 96 persen pengguna internet Indonesia berusia antara 16 s/d 64 tahun yang mencari produk atau layanan secara online untuk dibeli.

Baca juga: Sambut Hari Santri 2021, Kemenag Akan Gelar Pameran Pesantren Virtual 

Riset Janio menemukan Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial untuk fashion. Sebab selain jumlah penduduk Muslim yang mencapai 227 juta, juga median age yang lebih muda, yaitu rata-rata 28,8. Berbeda dengan negara tetangga seperti Thailand dan China dengan median age di atas 38.

Selain itu, 33,75 persen penduduk Indonesia masuk kelompok milenial di mana hampir 60 persen semua kebutuhan transaksinya dipenuhi secara online melalui beragam platform digital. Tingginya pengguna internet ini menjadikan Indonesia adalah salah satu pasar online terbesar di dunia.

Mengutip laman statista, Wamenag menjelaskan bahwa pertumbuhan ecommerce Indonesia termasuk tinggi di Asia Tenggara. Pendapatan di pasar ecommerce diproyeksikan mencapai USD43 miliar pada 2021 dan naik menjadi USD63 miliar tahun 2025.

Segmen pasar terbesar adalah fashion dengan proyeksi volume pasar sebesar USD13 miliar tahun 2021, dengan sebagian besar pengguna ecommerce yang akan mencapai 221 juta pengguna pada 2025.

Baca juga: Konsul Haji: Saudi Belum Beri Kebijakan Baru terkait Jamaah Umrah Indonesia 

"Data-data di atas janganlah hanya jadi sekedar data dan angka. Seharusnya menjadi inspirasi dan informasi berharga guna menciptakan kreatifitas bisnis kita mengembangan usaha," pesan Wamenag.

"Kita semua harus memanfaatkan media digital secara kreatif dan produktif. Isi ruang di media digital untuk usaha dan bisnis sehingga lebih berkembang. Dengan demikian, ruang digital tertutup dari peluang pihak lain melakukan narasi radikal dan anti-sistem," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini