Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pengguna Aplikasi eHAC

Antara, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 620 2463904 polri-selidiki-dugaan-kebocoran-data-pengguna-aplikasi-ehac-VTLOAPLpap.jpg Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

JAKARTA - Polri ikut menyelidiki dugaan kebocoran data diri pengguna pada aplikasi Electronic Health Alert Card (eHAC). eHAC merupakan kartu kewaspadaan kesehatan versi modern yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Polisi bantu lidik," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Polri, kata Argo, memiliki Direktorat Tindak Pidana Siber yang dapat melakukan penyelidikan terkait kebocoran data. Namun ia tidak merinci proses penyelidikan yang telah berjalan seperti apa.

"Secara teknis biarkan penyidik siber bekerja," tutur Argo.

Baca juga: Kepala Daerah Banyak yang Korupsi, Bisa Karena Serakah atau Kebutuhan


Baca juga: Masih di Bawah Umur, Tersangka Peretasan Situs Setkab Dipulangkan

VPN Mentor, situs yang fokus pada Virtual Private Humate Network (VPN), melaporkan adanya dugaan kebocoran 1,3 juta data pada eHAC.

Data-data yang bocor tidak hanya sekadar data yang ada di KTP, tapi juga sampai menyentuh data hasil tes Covid-19, paspor, data rumah sakit dan klinik yang telah melakukan pengetesan pada pengguna, hingga data pembuatan akun eHAC.

Dugaan kebocoran data tersebut terjadi karena pembuat aplikasi menggunakan database Elasticsearch yang tidak memiliki tingkat keamanan yang rumit sehingga mudah dan rawan diretas.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah menonaktifkan database tersebut terhitung sejak 24 Agustus 2021, maka dari itu laporan ini baru diterbitkan seminggu setelah database tersebut seharusnya tidak lagi dapat akses.

Kementerian Kesehatan pun menyebutkan data yang diduga mengalami kebocoran itu merupakan aplikasi eHAC yang lama yang tidak lagi digunakan sejak Juli 2021.

Demi kenyamanan dan keamanan lebih optimal, para pengguna aplikasi eHAC versi lama dan belum terhubung dengan aplikasi pedulilindungi.id diminta untuk menghapus akun dan aplikasi tersebut dari gawai.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini