"Dengan adanya pelaksanaan ganjil genap di lima gerbang tol tersebut diharapkan mobilitas terkendali, sehingga Kota Bandung yang saat ini di level 3 bisa semakin membaik dan tidak ada lonjakan kasus ke depannya," katanya.
Meski begitu, lanjut Rano, pengecualian ganjil genap berlaku pada sejumlah kendaraan, di antaranya kendaraan dinas kepolisian, TNI, kendaraan dinas berpelat nomor merah, angkutan barang, angkutan umum termasuk angkutan online, ambulans, pemadan kebakaran, dan kendaraan dinas kesehatan maupun yang bersifat darurat, khususnya dalam penanganan Covid-19.
"Sejauh ini, berdasarkan data dari gerbang tol di Bandung, mobilitas masih dalam tahap normal, namun pada saat weekend kemungkinan lonjakan mobilitas itu cukup tinggi, sehingga kita mengantisipasi dengan ganjil genap," terangnya.
Rano menambahkan, pihaknya saat ini hanya menerapkan ganjil-genap di lima gerbang tol, sedangkan rencana ganjil genap di dalam Kota Bandung masih dibahas bersama forum lalu lintas. Terkait efektivitas ganjil-genap, dia mengatakan hal itu baru akan terlihat setelah pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Sesuai arahan Dirlantas Polda Jabar, pelaksanaan ganjil-genap dikhususkan kepada kendaraan masyarakat berpelat nomor luar Kota Bandung," katanya.
Follow Berita Okezone di Google News
(qlh)








