Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Orangtua Cungkil Mata Anak di Gowa, Kemensos Tawarkan Rumah Aman

Widya Michella, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 620 2467364 kasus-orangtua-cungkil-mata-anak-di-gowa-kemensos-tawarkan-rumah-aman-vy49OCSYv9.jpg Korban AP diajak menggambar. (Foto: Dok Kemensos RI)

SUNGGUMINASA - Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Balai Toddopuli di Makassar dan Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial serta Sakti Peksos Kabupaten Gowa mengunjungi bocah korban penganiayaan orangtua, paman dan kakeknya. Korban AP diberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), pendampingan psikologis bekerja sama dengan HIMPSI serta ditawarkan pengasuhan alternatif oleh keluarga terdekat korban.

"Kami diinstruksikan langsung oleh Ibu Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk segera membantu korban, untuk itu kami datang membawa bantuan ATENSI berupa kebutuhan pokok anak, perlengkapan mandi, perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah dan juga alat gambar,"jelas Christiana Junus, Kepala Balai Toddopuli Makassar demikian dikutip pada laman resmi Kemensos, Selasa (7/9/2021).

Selain itu, dilakukan koordinasi dengan pihak BPJS untuk biaya obat dan rumah sakit. Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, Bambang juga turut melakukan psychological first aid terhadap anak yakni memastikan anak merasa aman dan tenang, stabilisasi emosi, dan mendengarkan secara aktif melalui aktivitas menggambar dan mewarnai.

Baca juga: Pasca-Operasi, Mata Bocah Korban Pesugihan Orangtua Kini Mulai Membaik

"Anak ini cukup tenang dan dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik, namun masih memerlukan pendampingan psikolog," jelasnya.

Ia pun menawarkan fasilitas rumah aman (temporary shelter) bersama keluarga pendamping di Balai Anak Toddopuli.

Paman korban lainnya, Bayu mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang dilakukan oleh Kemensos melalui Balai Toddopuli di Makassar. Dirinya akan merundingkan terlebih dahulu bersama keluarga untuk pengasuhan dan kehidupan M ke depannya.

Menurut Bayu, M masih menjaga jarak terhadap orang lain, karena adanya rasa trauma atas apa yang telah terjadi kepadanya. "Dia hanya ingin bersama saya dan juga tante nya, dia belum mau dekat dan mendekat dengan keluarga lain," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini