Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Studi Sebut Campuran Vaksin dari China Hasilkan Respon Antibodi Lebih Kuat

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 620 2467897 studi-sebut-campuran-vaksin-dari-china-hasilkan-respon-antibodi-lebih-kuat-bBhnp9nfqZ.jpg Vaksin Covid-19 (Reuters)

KABAR baik datang dari penelitian terkait vaksin Covid-19. Studi yang digelar di China menunjukkan hasil positif mengenai efektivitas suntikan penguat atau booster dari vaksin Sinovac, terkait respon antibodi dalam tubuh. 

Dikutip dari Reuters, penelitian tersebut mengamati respon dari percampuran vaksin Covid-19, hasilnya menunjukkan hasil yakni dengan disuntikkan booster (penguat) vaksin CanSinoBIO (6185.HK) usai menerima vaksin Sinovac dosis pertama atau dosis kedua, menghasilkan respon antibodi yang jauh lebih kuat daripada hanya mengandalkan suntikan vaksin Sinovac (SVA.O) saja sebagai booster.

Dalam studi yang disebutkan masuk jadi analisis pertama di China yang menggabungkan vaksin Covid-19 yang berbeda, terkait ketika Cina mengatakan akan menggunakan suntikan booster pada kelompok orang tertentu di tengah kecemasan tentang akan berkurangnya perlindungan atau efektivitas vaksin seiring berjalannya waktu.

Vaksin Covid-19

Berdasarkan makalah yang diterbitkan pada Senin 6 September kemarin (namun belum mengalami peer-review), peserta studi penelitian yang disuntik vaksin CanSinoBIO (6185.HK), dosis booster tiga sampai enam bulan setelah menerima suntikan Sinovac dosis kedua menunjukkan ada kenaikan rata-rata 78 kali lipat dalam menetralkan tingkat antibodi pada dua pekan kemudian.

Baca Juga : Vaksin Sinovac 98% Cegah Covid-19, Masih Perlukah Booster?

Dari keterangan para peneliti dari otoritas pengendalian penyakit lokal, CanSinoBIO dan lembaga China lainnya. Kontras dengan yang menerima suntikan CanSinoBIO sebagai booster, golongan orang-orang yang menerima suntikan booster Sinovac saja menunjukkan peningkatan hanya 15,2 kali lipat dalam tingkat antibodi penetralisir.

Satu dosis Sinovac diikuti oleh booster CanSinoBIO pada interval satu atau dua bulan menghasilkan peningkatan 25,7 kali lipat dalam tingkat antibodi penetralisir, sementara dua dosis Sinovac menginduksi peningkatan 6,2 kali lipat saja.

Sebagai informasi, studi ini menganalisa data dari sebanyak 300 orang dewasa sehat dengan rentang usia 18 sampai 59 tahun. Untuk catatan, studi penelitian di atas tidak menilai perlindungan suntikan booster terhadap Covid-19 dan tidak menguji antibodi penetral terhadap varian Delta yang diketahui lebih menular.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini