Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Covid-19 Terus Menurun, Indonesia Bebas Pandemi di 2022?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 620 2472774 kasus-covid-19-terus-menurun-indonesia-bebas-pandemi-di-2022-K1rW9FDfXM.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

KASUS Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, positivity rate harian Covid-19 per 13 September 2021 ada di angka 2,14 persen. Angka tersebut menjadi sejarah sepanjang penanganan pandemi sejak Maret 2020.

Dengan mencapainya angka positivity rate 2,14 persen ini, Indonesia bisa dikatakan sudah berhasil mencapai target Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di bawah 5 persen. Indonesia sendiri pernah mencapai angka positivity rate tertinggi pada 22 Juni 2021 sebesar 51,62 persen.

Vaksinasi Covid-19

Tak hanya positivity rate saja yang membawa angin segar, cakupan vaksinasi Covid-19 pun terus meningkat. Per 13 September, tercatat sudah 35,46 persen orang Indonesia menerima vaksin dosis pertama dan 20,33 persen mendapat dosis kedua.

Kabar baik ini memunculkan optimisme di tengah masyarakat bahwa pandemi benar-benar bisa bertransformasi ke endemi. Artinya, infeksi Covid-19 bukan lagi masalah kesehatan yang membebani negara dan masyarakat di dalamnya.

Lantas, apakah 2022 akan menjadi tahun di mana Indonesia bisa bebas dari pandemi Covid-19, terlebih jika penanganan pandemi akan terus baik seperti sekarang?

Baca Juga : Studi Sebut Proteksi Vaksin Moderna Berkurang, Bukti Butuh Suntikan Booster?

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman, menerangkan bahwa rasanya masih panjang untuk mencapai status bebas pandemi Covid-19. "Masih lama banget," katanya saat diwawancara di Instagram Live Okezone, baru-baru ini.  

"Saya harus sampaikan kabar kurang bagus, berdasar kajian terakhir saya dan beberapa peneliti di beberapa negara, kondisi seperti ini (pandemi Covid-19) akan berlangsung setidaknya sampai 2025," tambahnya.

Meski begitu, Dicky menekankan bahwa itu bukan berarti kehidupan akan selalu sulit. Seperti yang sudah banyak disinggung oleh pemerintah maupun pakar kesehatan, hidup berdampingan adalah solusi utamanya.

Itu kenapa protokol kesehatan tidak boleh berhenti dilakukan sekalipun vaksinasi terus banyak diberikan ke masyarakat. Selain itu, tentu saja upaya vaksinasi yang merata di semua daerah perlu dilakukan sesegera mungkin.

Pandemi bisa dikatakan hilang jika 2 benua saja dinyatakan dalam kondisi terkendali. "Terkendali di sini artinya, kasus Covid-19 paling banyak 10:1.000.000 penduduk, kematian 2:1.000.000 penduduk, dan positivity rate di angka 0 sekian persen enggak pernah lebih dari itu," terangnya.

Faktor lain yang menentukan tentu saja berapa cakupan vaksinasi yang sudah diberikan ke masyarakat. "Idealnya itu di atas 85% per negara untuk varian baru ini. Ini yang paling berat untuk negara, soal vaksin beredar teori konspirasi dan kesediaan vaksin pun susah," tambah Dicky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini