Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Holding BUMN Jasa Survei Buka-bukaan soal Standar Sistem Manajemen Mutu

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 620 2473107 holding-bumn-jasa-survei-buka-bukaan-soal-standar-sistem-manajemen-mutu-NdRdQrHFk7.jpg Ilustrasi Holding BUMN (Foto: Instagram BUMN)

JAKARTA - Holding BUMN Jasa Survei buka-bukaan soal sistem manajemen mutu. Holding BUMN Jasa Survei terdiri dari tiga BUMN yakni PT Biro Klasifikasi Indonesia/BKI (Persero), PT Sucofindo (Persero), serta PT Surveyor Indonesia (Persero).

Holding BUMN Jasa Survei melakukan sosialisasi dan edukasi bertujuan untuk memberikan awareness atau pengenalan ISO yang khususnya terkait Sistem Manajemen Mutu pada ISO 9001:2015 kepada para mahasiswa. Hal ini selaras dengan lima prioritas Kementerian BUMN salah satunya yaitu terkait dengan pengembangan talenta.

“ISO 9001:2015 merupakan sebuah sistem manajemen mutu suatu basis yang paling aplikatif bagi seluruh industri yang melakukan kegiatan penerapannya,” kata Direktur Utama BKI Rudiyanto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Rudiyanto, melanjutkan, mahasiswa tentunya akan memiliki beberapa persepsi terkait dengan bagaimana ISO 9001:2015. "Ini akan melihat sesuatu yang sifatnya nanti akan berbeda atau melihatnya dari sisi awareness dari sistem penerapan tersebut," katanya.

Rudiyanto menjelaskan hal ini merupakan salah satu fokus program BUMN terkait perkembangan talenta. “Fokus tersebut dijalankan dengan melakukan edukasi dan melatih calon tenaga kerja dan melakukan pengembangan SDM berkualitas untuk Indonesia,” papar Rudiyanto.

Lead Auditor Sucofindo M Taufiq Hidayatulloh memaparkan bahwa Sistem Manajemen Mutu dapat memacu service dan melakukan pelayanan operasional yang excellence kepada seluruh pelanggan.

“Sistem Manajemen Mutu memiliki tujuh prinsip yang menjadi dasar dari klausul-klausul yang ada pada ISO 9001:2015. Prinsip tersebut antara lain fokus pelanggan, kepemimpinan, keterlibatan orang, pendekatan proses, perbaikan, pembuatan keputusan berdasarkan bukti dan manajemen hubungan,” jelas Taufiq.

Adapun konsep pendekatan proses yang dilakukan untuk melakukan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 adalah melalui konsep Plan, Do, Check, Act (PDCA).

“Pada pelaksanaan ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, maka konsep terkait dengan menetapkan sasaran dan prosesnya, melaksanakan apa yang direncanakan, memantau dan mengukur proses serta produk dan jasa yang dihasilkannya serta mengambil tindakan untuk memperbaiki kinerja sesuai dengan keperluan dan kebutuhan merupakan konsep yang perlu diperhatikan,” jelas Taufiq.

Taufiq menjelaskan mengenai konsep pola pikir berbasis risiko. Salah satu tujuan utama dari sistem manajamen formal adalah berfungsi sebagai alat pencegahan/merupakan tindakan preventif.

“Meskipun risiko tersebut harus ditentukan dan ditangani, ISO 9001:2015 tidak menetapkan persyaratan memilih manajamen risiko yang formal atau sistem manajemen risiko tertentu," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini