Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Wajib Waspada meski Kasus Covid-19 Terus Menurun, Tengok Singapura!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 20 September 2021 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 620 2473902 indonesia-wajib-waspada-meski-kasus-covid-19-terus-menurun-tengok-singapura-CglvacIgyP.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

TREN penurunan kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar jumlah kasus tertinggi di dunia.

Meski sudah banyak mengalami perbaikan yang signifikan, namun masyarakat diimbau untuk optimis namun tetap waspada terhadap penularan Covid-19 yang bisa melonjak kapan saja.

Dikutip dari laman Instagram resmi Komiter Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id, Senin (20/9/2021), berikut fakta tren kasus Covid-19, yang terus menunjukkan perbaikan.

Tren Kasus Covid-19

1. Kasus harian terus menurun sejak puncaknya 56 ribu kasus (15 Juli) hingga 2.577 kasus (13 September).

2. BOR (Bed Occupancy Rate) wisma atlet yang sempat 92 persen, saat ini turun menjadi 7 persen.

3. Positivity rate harian 2,64 persen, lebih baik dari global yaitu 8,34 persen.

4. Tingkat kesembuhan 94,03 persen, di atas rata-rata dunia 89,59 persen.

Baca Juga : 7 Aturan Pembatasan Pintu Masuk Internasional Antisipasi Masuknya Varian MU

Selain itu persentase kasus harian sebesar 13,6 kasus harian per satu juta penduduk. Jumlah ini jauh di bawah negara-negara tetangga kita di ASEAN. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk optimis, namun tetap harus selalu waspada. Tetap disiplin protokol kesehatan, pakai masker dan segera vaksinasi.

Perlu dicatat, di sejumlah negara kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan. Salah satunya negara tetangga Indonesia, yaitu Singapura. 

Singapura melaporkan 1.012 kasus baru Covid-19 pada 19 September 2021. Ini merupakan rekor tertinggi kasus Covid-19 Singapura sejak April 2020.

Kejadian ini dilaporkan Reuters akibat pelonggaran yang dilakukan negara tersebut, dengan penilaian epidemiologi aman dari Covid-19. Salah satu indikatornya adalah tingginya angka vaksinasi di Singapura yang sudah mencapai 80%.

"Selama 28 hari terakhir, persentase kasus lokal yang asimtomatik atau gejala ringan mencapai 98,1%. Dari 114 kasus yang memerlukan bantuan tabung oksigen, 56 pasien tidak divaksinasi lengkap dan 58 kasus lainnya sudah divaksinasi lengkap. Dari 8 pasien ICU, 5 tidak divaksinasi lengkap dan 3 pasien sudah divaksinasi lengkap " papar Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, beberapa waktu lalu, dikutip dari The Guardian. 

Lebih lanjut, Menteri Keuangan sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Singapura, Lawrence Wong, mengatakan bahwa indikator utama dalam menentukan langkah pembukaan kembali adalah jumlah pasien di unit perawatan intensif selama dua hingga empat minggu ke depan.

"Saat ini tersedia 300 tempat tidur ICU, yang bisa ditambah menjadi 1.000.  Jika jumlahnya tetap dapat dikelola, negara akan melanjutkan rencana pembukaan kembali," katanya.

Sementara itu, dengan kejadian ini, Menteri Kesehatan mulai melarang pertemuan sosial di tempat kerja sebagai tanggapan terhadap klaster yang terdeteksi di kantin perkantoran. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini