Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Temukan Kelelawar dengan Virus Corona Mirip SARS-CoV-2, Dukung Teori Covid Berasal dari Alam

Vanessa Nathania, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 620 2474642 peneliti-temukan-kelelawar-dengan-virus-corona-mirip-sars-cov-2-dukung-teori-covid-berasal-dari-alam-gsz40cRVTD.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Sebuah tim peneliti di Laos telah menemukan seekor kelelawar yang membawa virus corona dengan kemiripan yang erat dengan SARS-CoV-2, yang menyebabkan Covid-19. Virus itu disebut memiliki domain pengikat reseptor yang mirip dengan Sars-CoV-2 yang memungkinkannya masuknya enzim ACE-2 ke sel manusia.

Meski peneliti tidak menemukan virus SARS-CoV-2 pada kelelawar yang diteliti, mereka menemukan virus corona yang mirip, atau memiliki mutasi yang dekat, dengan virus tersebut.

BACA JUGA: WHO Minta Semua Negara Usut Asal Usul Virus Corona

“Urutan yang sangat dekat dengan strain awal SARS-CoV-2 yang bertanggung jawab atas pandemi ada di alam, dan ditemukan di beberapa spesies kelelawar Rhinolophus,” tulis para penulis sebagaimana dilansir Sputnik.

Studi ini tidak sepenuhnya mengesampingkan teori kebocoran laboratorium, tetapi menambah bukti lebih lanjut bahwa SARS-CoV-2 berasal dari alam. Ada pemikiran bahwa suatu saat akan ditemukan “bukti nyata’ kelelawar dengan SARS-CoV-2, meski para ilmuwan diperingatkan untuk tidak berpatokan pada gagasan tersebut.

BACA JUGA: Peneliti Kelelawar Kamboja Lacak Asal Covid-19

"Saya tidak yakin kita akan menemukan sesuatu yang sama, tetapi apa yang akan kita temukan adalah virus dengan bit yang hampir sama,” kata Profesor Stuart Neil, kepala departemen penyakit menular di King's College London - yang tidak terlibat dalam penelitian ini - mengatakan kepada The Telegraph

Penemuan ini juga menyoroti bahwa pandemi mirip virus corona lainnya masih ada di alam. Seiring bertambahnya daftar virus corona dengan kualitas yang mirip dengan SARS-Cov-2, semakin perlu untuk mempelajari virus lebih lanjut agar siap menghadapi pandemi berikutnya.

(dka)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini