Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nadiem Ungkap 3 Dosa Sistem Pendidikan, Apa Saja?

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 620 2475460 nadiem-ungkap-3-dosa-sistem-pendidikan-apa-saja-CGrQR9m2xp.jpg Mendikbudristek Nadiem Makarim saat tinjau PTM di Jakarta. (Ist)

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyampaikan tiga dosa dalam sistem pendidikan di Indonesia. Ketiganya adalah intoleransi, perundungan/bullying, dan kekerasan/pelecehan seksual.

"Kita menempatkan tiga dosa di sistem pendidikan kita saat ini. Tiga dosa itu tersebut intoleransi, kedua perundungan/bullying dan ketiga kekerasan/pelecehan seksual," ujarnya dalam acara virtual dikutip MPI pada Rabu (22/9/2021)

Ia menjelaskan, apa yang menjadi tantangan dalam mewujudkan merdeka belajar. Transformasi sistem pendidikan terus diupayakan untuk menciptakan karakter peserta didik yang baik dengan mengubah sistem pemetaaan sehingga dalat mengukur nilai-nilai Pancasila.

"Tansformasi sistem pendidikan ini kita upayakan melalui merdeka belajar. Betapa pentingnya karakter dalam merdeka belajar. Sampai kita merubah sistem pemetaaan pendidikan dan kita bisa mengukur nilai-nilai Pancasila," katanya.

Nadiem mengatakan dirinya bertujuan ciptakan rasa toleransi. Salah satu upayanya adalah mengurangi beban yaitu mwnghilangkan Ujian Nasional (UN) dengan Assessment Nasional yang tidak dapat dibimbelkan atau berbayar.

Baca Juga : Risma Bentuk Program Pejuang Muda Kemensos, Begini Komentar Nadiem Makarim 

"Semua orang tua dan murid stress sekarang sudah hilang ya diganti assessment nasional ini tidak bisa dibimbelkan," katanya.

Nadiem menegaskan, tujuan dalam peta pendidikan bukan hanya perkara capaian prodik, namun nilai-nilai patut ditanamkan kepada peserta didik. Seperti, nilai Pancasila, nilai kemerdekaan, nilai toleransi, dan nilai keamanan.

"Kita melihat nilai-nilai dari pancasila yaitu nilai-nilai kemerdekaan, nilai toleransi, nilai keamanan dan lingkungan sekolah. Dari situlah kita akan mngukur peta pendidikan Indonesia bukan hanya berbasis pada kemajuan pencapaian prodik tetapi terhadap nilai yang kita sebutkan tadi," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini