Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenang G30S PKI, Fadjroel Rachman: Mati Satu Tumbuh Seribu

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 620 2479148 mengenang-g30s-pki-fadjroel-rachman-mati-satu-tumbuh-seribu-6D6wSf2KII.jpg Jubir Presiden Fadjroel Rachman. (Foto: Sindo)

JAKARTA - Tanggal 30 September 1965 merupakan waktu terjadinya peristiwa berdarah dan akan selalu diingat masyarakat Indonesia identik sebagai peristiwa G30S PKI.

Bagi Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman hari ini merupakan momen untuk mengenang 7 pahlawan yang gugur untuk Pancasila.

Diantaranya adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen R Suprapto, Letjen S Parman, Letjen MT Haryono, Letjen DI Panjaitan, Mayjen Soetojo Siswomihardjo, dan Kapten Pierre Andries Tendean.

Baca juga: Sosok Letjen S Parman, Adik Petinggi PKI yang Jadi Korban Kebrutalan G30S


Baca juga: Berondongan Timah Panas Cakrabirawa Tewaskan Aipda KS Tubun di Rumah Menteri Soekarno

"Mengenang mereka yang gugur, 7 pahlawan revolusi, untuk kejayaan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Merah Putih dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian ungkap Fadjroel melalui akun Instagramnya @Fadjroelrachman, Kamis (30/9/2021).

"Mati satu tumbuh seribu untuk kejayaan Indonesia. Al Fatihah dan Requiescat in Pace," lanjutnya.

Seperti diketahui pada peristiwa itu ketujuh jenderal tersebut dibunuh dan dibuang ke dalam sebuah lubang di kawasan Jakarta Timur. Mereka yang gugur lantas ditetapkan sebagai pahlawan revolusi.

Pada peristiwa G30S PKI, enam jenderal serta satu perwira pertama gugur dalam serangan yang oleh otoritas militer ditengarai Partai Komunis Indonesia (PKI). Gejolak yang timbul akibat G30S PKI sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia, sehingga dinamakan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini