Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subsidi Pupuk Akan Dikurangi, Bagaimana Nasib Petani?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 30 September 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 620 2479221 subsidi-pupuk-akan-dikurangi-bagaimana-nasib-petani-cGJgoXKjjc.jpg Subsidi Pupuk Akan Dikurangi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Porsi subsidi pupuk untuk petani akan dikurangi. Alasannya, pertanian bukanlah infant industry atau industri yang berada tahap awal dalam siklus bisnis.

Langkah tersebut dilakukan melalui inisiatif kerja sama antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Bank BRI (Persero) Tbk,. Di mana, kedua entitas pelat merah itu menyepakati Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) perihal Sinergi Dalam Pemberdayaan Pertanian Serta Pemberian Akses Permodalan Bagi Petani Indonesia Melalui Program Makmur.

"Program Makmur ini sepemahaman saya ini adalah upaya kita semua bersama-sama, tentunya di bawah arahan Pak Menteri (Erick Thohir) bahwa kita ini ingin mencoba setidaknya mengurangi, kalaupun tidak bisa membebaskan sama sekali, porsi subsidi terhadap pertanian, terutama subsidi pupuk," ujar Direktur Utama BRI Sunarso, Kamis (30/9/2021).

Meski adanya pengurangan subsidi, Pupuk Indonesia melalui program Makmur memberikan pendampingan dan pengawalan intensif kepada petani dan budidaya pertanian. Dimana, petani akan diberikan kemudahan akses baik permodalan, agro input seperti pupuk, benih, pestisida, kawalan teknologi budidaya, jaminan off taker, hingga asuransi bila terjadi gagal panen.

Adapun, komoditas yang menjadi fokus program ini yakni padi, jagung, cabai, kelapa sawit, singkong, kopi, lada, kakao, bawang merah, tebu, tembakau, nanas, dan manggis.

Sunarso mencatat, pengurangan subsidi untuk sektor pertanian perlu dilakukan. Sebab, suatu komoditi atau sektor yang mendapat subsidi dilatarbelakangi sejumlah alasan.

Pertama, kemungkinan fungsi dan perannya mengcover hajat hidup orang banyak sehingga tidak begitu saja dibebaskan ke mekanisme pasar, maka perlu mendapat subsidi pemerintah.

Kedua, kemungkinan bidang-bidang industri maupun bisnis yang masih berada dalam kategori infant industry. Untuk membuat bisnisnya menjadi kuat di dalam kompetisi pasar, maka perlu disubsidi.

"Pertanyaan sekarang pertanian itu infant industry tidak? Beras itu infant industry atau tidak? Rasanya tidak karena kita sudah puluhan bahkan ratusan tahun yang kita sudah mengusahakan komoditas, beras terutama. Jadi bukan infant industry," katanya.

Dia juga tak menampik peran pertanian yang menguasai hajat hidup orang banyak. Namun, lanjut Sunarso, perlu dilakukan perbandingan subsidi pertanian di Indonesia dengan negara-negara lainnya. Perbandingan itu untuk melihat tingkat penyerap subsidi dari seluruh proses rangkaian produksi.

"Kalau begitu sudah efisien kah kita memberikan subsidi kepada komoditi, terutama beras itu? Maka kita cek, subsidi diberikan bisa melalui subsidi input. Artinya, bibitnya disubsidi, pupuknya di subsidi, pestisidanya disubsidi," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini