Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ustadz Pesantren Diajak Gaungkan Moderasi Beragama di Ruang Lebih Luas

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 01 Oktober 2021 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 620 2479635 ustadz-pesantren-diajak-gaungkan-moderasi-beragama-di-ruang-lebih-luas-XJ7iYy0pRK.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas mengajak ustadz-ustadz pesantren lebih luas menggaungkan moderasi beragama. (Foto: Kemenag)

SEMUA pihak terkait pesantren diharapkan mampu menggaungkan dan mengimplementasikan moderasi beragama dalam ruang kehidupan yang lebih luas. Sebab, kalangan pesantren merupakan komunitas yang sudah memahami serta menerapkan moderasi beragama dalam tiap laku kehidupannya.

"Pesantren itu tidak harus dikuatkan lagi, karena memang sudah kuat kalau soal moderasi beragama. Kita tidak pernah sangsi bahwa pesantren sudah selesai urusan moderasi beragama," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Simposium dan Webinar yang digelar Universitas Islam Malang (Unisma) berkerja sama dengan Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamis 30 September 2021.

Baca juga: 6 Dalil Sahih Berdoa pada Jumat Sore Pasti Akan Dikabulkan Allah Ta'ala 

"Selanjutnya bagaimana ustadz di pesantren bisa berkontribusi menggaungkan moderasi beragama di ruang kehidupan yang lebih luas," sambungnya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.

Kegiatan yang mengusung tema 'Penguatan Pendidikan Moderasi Beragama untuk Ustadz Pendidikan Pesantren' ini digelar secara luring dan daring, serta diikuti lebih dari 400 ustadz dan uztadzah dari pesantren-pesantren di Indonesia.

"Saya menilai kegiatan ini adalah pemikiran cerdas dari Unisma dan Ditjen Pendis untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara di tengah upaya pemerintah membumikan nilai-nilai moderasi beragama," ungkap Menag.

Baca juga: Bermakna Cerdas hingga Pembawa Kebaikan, Ini 10 Rekomendasi Nama Anak Laki-Laki Islami 

Ia menuturkan, pada 22 September lalu, dirinya bersama Mendikbudristek dan Ketua Komisi VIII DPR RI telah merilis Modul Moderasi Beragama. Modul tersebut berisi sembilan nilai moderasi beragama yang selanjutnya akan dijadikan pedoman bagi guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

"Sembilan Nilai Moderasi Beragama tersebut adalah Tawassuth (Tengah-tengah), I’tidal (Tegak Lurus), Tasamuh (Toleran), Syura (Musyawarah), Ishlah (Perbaikan), Qudwah (Kepeloporan), Muwathanah (Cinta Tanah Air), La ‘Unf (Anti Kekerasan), I’tiraf al-‘Urf (Ramah Budaya)," papar Menag.

Baca juga: Cegah Larut dalam Kesedihan, Baca Doa Ini Setelah Sholat 

"Saya yakin kesembilannya pasti sudah dikenal dan diterapkan di kalangan pesantren. Jadi saya rasa amat tepat bila kalangan pesantren turut menggaungkan nilai-nilai ini," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Menag juga kembali mengingatkan bahwa moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip yang adil, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Baca juga: Benarkah Meninggal pada Hari Jumat Akan Terbebas dari Siksa Kubur? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini