Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Inggris Rilis Foto Reynhard Sinaga Babak Belur, Korbannya Angkat Bicara

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 620 2481700 polisi-inggris-rilis-foto-reynhard-sinaga-babak-belur-korbannya-angkat-bicara-GLw41LvlZF.jpg Reynhard Sinaga predator pelaku kasus perkosaan terbesar di Inggris. (Foto: Facebook)

LONDON - Seorang korban Reynhard Sinaga, warga Indonesia yang dinyatakan bersalah dalam kasus yang kasus perkosaan terbesar di Inggris, memutuskan membuka identitas dan angkat bicara mengenai pengalaman buruk dan menakutkan saat mendapati bahwa dirinya telah diserang oleh predator seksual.

Tahun lalu, Reynhard divonis hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah membius dan memperkosa 48 pria di apartemennya di Manchester, Inggris.

BACA JUGA: Korban Reynhard Sinaga "Predator Seksual" Bertambah Menjadi 206 Pria

Baru-baru ini, Kepolisian Manchester Raya merilis foto Reynhard Sinaga saat dia ditangkap dalam kondisi babak belur pada 2017 lalu. Reynhard ditangkap setelah seorang korbannya siuman saat diperkosa dan melakukan perlawanan.

Kepolisian meyakini korban mahasiswa doktoral ini mencapai lebih dari 200 pria.

Daniel, korban Reynhard yang pertama kali membuka identitasnya, mengaku dirinya "tidak ingat apa-apa" ketika siuman di apartemen Reynhard.

Baru ketika detektif dari Kepolisian Manchester Raya memperlihatkan foto-foto serangan Reynhard dua tahun lalu, dia menyadari dirinya telah diperkosa.

BACA JUGA: Korban Pemerkosaan Sebut Reynhard Sinaga Bersahabat, Hakim Bilang Predator Seksual Setan

"Mengerikan melihat diri saya begitu rapuh dalam foto-foto yang diabadikan orang lain," ujarnya.

"Anda bisa melihat saya dalam keadaan koma … saya tampak (seperti) sudah meninggal."

Reynhard Sinaga dihukum penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris, pada Januari 2020 setelah dinyatakan bersalah dalam 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria, selama rentang waktu 2,5 tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Hakim Suzanne Goddard dalam putusannya pada Senin (6/1/2020) menggambarkan Reynhard sebagai "predator seksual setan" yang "tidak akan pernah aman untuk dibebaskan."

Dalam catatan pengadilan terungkap bahwa pria berusia 38 tahun itu "membuntuti" calon korban yang terpisah dari teman-temannya saat berhura-hura pada malam hari.

Reynhard kemudian menggiring calon korbannya ke apartemennya di Jalan Princess, Kota Manchester.

Pada Senin (4/10/2021) lalu, Kepolisian Manchester untuk pertama kalinya merilis foto Reynhard Sinaga saat ditangkap pada 2017.

Dalam foto itu, Reynhard tampak babak belur dengan lebam di kedua matanya. Beberapa lembar selotip medis menutup luka-luka di bagian alis mata.

Foto Reynhard Sinaga yang babak belur saat penangkapan pada 2017 dirilis Kepolisian Manchester Raya. (Foto: Greater Manchester Police)

Reynhard dipukuli oleh salah satu korbannya, seorang atlet, yang siuman dan melawan saat tengah diperkosa.

Polisi merilis foto ini untuk pertama kalinya jelang penayangan film dokumenter BBC berjudul Catching a Predator, yang mengisahkan investigasi polisi dalam usaha mereka menangkap Reynhard.

Berbicara kepada BBC Two dalam dokumenter bertajuk Catching a Predator, Daniel mengatakan dirinya memutuskan angkat bicara untuk membantu para korban Reynhard.

"Untuk bisa bicara sebagai pria bahwa saya telah diperkosa adalah hal yang sangat sulit," kata Daniel.

"Membuat saya begitu rapuh."

Awal menjadi korban

Daniel menjadi korban ketika dirinya sedang merayakan ulang tahunnya bersama teman-temannya pada 2015. Dia terpisah ketika mereka pergi menumpang taksi ke rumah masing-masing.

"Saya perlu ke toilet jadi saya pergi ke sebuah gang. Saya tidak ingat apa-apa setelah itu," paparnya.

Pagi harinya dia bangun di sofa berpakaian lengkap, merasa "pusing dan "tidak ingat apa-apa".

"Lalu saya melihat ada kaki orang sedang berjalan dan saya hanya mematung," ujar Daniel.

"Kemudian mereka meninggalkan ruangan. Saya langsung bangkit dan lari keluar."

Daniel mengaku tidak pernah mempertimbangkan untuk melapor ke polisi karena dia "meragukan diri sendiri", "merasa bodoh", dan "tidak tahu apa yang telah terjadi".

Belakangan, ketika seorang detektif sedang menyelidiki Reynhard Sinaga—melalui investigasi yang digelar pada Juni 2017—dan menemui Daniel, terungkaplah tentang apa yang sudah terjadi.

"Saya bisa melihat cara dia (sang detektif) menatap mata saya bahwa dia mengenali saya," ucap Daniel.

Menurut Daniel, sang detektif memperlihatkan foto-foto serangan seksual yang dilakukan Reynhard. "Tidak bisa dibantah, itu adalah saya. Anda bisa melihat tato saya."

"Ada sedikit rasa lega karena saya akhirnya tahu apa yang telah terjadi dan logikanya masuk, tapi mungkin bukan rasa lega yang saya inginkan," jelas Daniel.

Daniel, salah seorang korban Reynhard Sinaga. (Foto: BBC)

Reynhard ditangkap setelah seorang korbannya siuman saat diperkosa dan melakukan perlawanan. Sang korban kemudian melapor ke polisi.

Saat polisi menyita ponsel Reynhard, mereka menemukan rekaman video-video pemerkosaan yang dia lakoni—jumlahnya mencapai ratusan jam tayangan. Kepolisian lantas menggelar penyelidikan pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris.

Detektif Sersan Kimberley Hames-Evans mengatakan rekaman video pemerkosaan yang dibuat Reynhard "sungguh mengerikan".

"Ada begitu banyak video pria-pria muda dilecehkan secara seksual dan diperkosa," ujarnya.

"Kami menerima banyak laporan pemerkosaan tapi saya jarang melihatnya terjadi di depan mata."

Detektif Sersan Hames-Evans harus "menjelajah ke pelosok negeri, bahkan luar negeri" guna memberitahu orang-orang apa yang dilakukan Reynahrd kepada mereka.

"Tiba-tiba mereka terdiam dan saya (bisa) melihat wajah mereka langsung berubah. Wajah mereka seolah mengatakan 'Ya Tuhan'," paparnya.

"Dan saya tahu bahwa dengan memberikan informasi ini, saya telah merusak hidup seseorang dan saya bisa melihatnya."

Detektif Dorothy Orr mengatakan berbagai rekaman video yang dibuat Reynhard "mengejutkan" dan "mengerikan", khususnya karena korban "tidak berdaya".

"Tatkala seseorang memanfaatkan orang lain ketika mereka sakit secara fisik dan muntah-muntah, itu hal yang menjijikkan," kata dia.

Iain Simkin, penuntut utama dalam perkara Reynhard, menyebut pria itu "buas". Menurutnya, dalam salah satu video, Reynhard merekam adegan dirinya sedang memerkosa dua pria di apartemennya selama berjam-jam.

Iain menyebut kejadian itu "lebih buruk dari kisah horor Gothic".

Jaksa penuntut di pengadilan mengatakan dirinya berharap kasus ini meningkatkan pemahaman soal pemerkosaan terhadap laki-laki.

Dia menyebut kasus ini sebagai "contoh dari bagian terburuk perilaku manusia".

Daniel, korban Reynhard, mengaku dirinya ditawari pendampingan, "tapi yang paling membantu adalah berbicara kepada ayah saya".

"Kaum pria tidak berbincang soal pemerkosaan terhadap pria, tapi tanggapannya luar biasa," pungkasnya.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini