Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kaki Terancam Membusuk Usai Digigit Ular, Anak 6 Tahun di Tangsel Butuh Bantuan

Hambali, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 620 2482564 kaki-terancam-membusuk-usai-digigit-ular-anak-6-tahun-di-tangsel-butuh-bantuan-2riyBYJJPw.jpg Kaki MO (6) terancam membusuk usai digigit ular. (Foto: Hambali/MPI)

TANGERANG SELATAN - Seorang anak bernama MO (6) kini lebih banyak berada di atas pembaringan. Aktivitasnya terbatas larena salah satu punggung telapak kakinya membengkak dengan luka menganga usai digigit ular beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, belum diketahui jenis ular apa yang menggigit MO. Tetapi, imbas luka gigitannya berdampak luas pada bagian punggung telapak kaki kanan.

Bocah malang itu telah menjalani perawatan intensif selama sekira 6 hari di RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Bahkan setelahnya, kontrol juga dilakukan di Puskesmas terdekat.

Baca juga: Pengusaha Penyuap Anggota DPRD Jambi Segera Masuk Meja Hijau


Baca juga: Viral! Mama Papua Ini Sebut Jokowi Putra Asli Sorong


Ayah MO, Saidin (47), menuturkan, awalnya dia tak tahu jika putrinya itu digigit ular. Selepas pulang bekerja sebagai kuli bangunan, Saidin kaget karena tangis MO tak juga mereda sambil mengeluh sakit dan gatal di bagian kaki.

"Waktu itu langsung saya bawa ke Puskesmas, tapi di sana dirujuk ke RSU. Terus saya bawa ke RSU, di sana dicek segala macem dan baru tahu ternyata ada bekas gigitan ular di kaki," tutur Saidin ditemui di kediamannya, Gang Adil, RT16 RW04, Setu, Kota Tangsel, Rabu (06/10/21).

Pihak RSU langsung melakukan penanganan medis. Perawatannya pun harus memakan waktu hingga sekira 6 hari. Setelah dianggap membaik, petugas mempersilahkan keluarga membawa MO pulang ke rumah.

"Di sana sekitar 6 hari, terus disuruh pulang, katanya tinggal pemulihan aja. Akhirnya saya bawa pulang," jelasnya.

Namun selepas itu, luka di bagian gigitan ular terasa semakin gatal. Luka-luka di bagian kulit yang sudah mengering lalu terkelupas. Kondisi demikian terus bertambah buruk, karena luka nya justru melebar dan membuat bagian dalam kaki ikut mengeluarkan cairan.

"Itu luka nya makin lebar, dan sekarang bengkak. Jalan bisa, tapi pelan-pelan karena sakit kalau digerakin," ungkap Saidin.

Saidin berharap, luka kaki anaknya cepat normal seperti sedia kala. Dia pun membuka uluran tangan bagi siapapun yang mau membantu obat-obatan bagi kesembuhan anak pertamanya itu.

"Kalau saya yang penting anak sehat lagi, apapun akan saya usahakan. Karena kasihan lihat lukanya makin parah begitu," ucapnya.

Kondisi rumah yang ditinggali Saidin dan keluarga kecilnya itu memang sangat sederhana. Bagian dinding kebanyakan terbuat dari triplek dan kayu. Begitupun lantainya yang masih berupa tanah.

Ketua RT setempat, Suharta Alex (54) mengatakan, petugas Puskesmas pernah datang ke rumah mengontrol luka MO. Namun karena obat-obatan yang diberikan terbatas, maka luka di bagian punggung telapak kaki itu pun tak kunjung membaik.

"Kalau dari Puskes udah kontrol datang, dari kelurahan juga udah. Kita dari warga kampung belum buka bantuan donasi karena memang belum ada izin dari keluarga, takutnya salah paham. Kita berharap segera ada bantuan pengobatan, karena itu yang utama," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini