Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UMKM Perempuan Sulit Ajukan Kredit Bank, Kok Bisa?

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 620 2485029 umkm-perempuan-sulit-ajukan-kredit-bank-kok-bisa-ambGNSDKHu.jpg UMKM Perempuan Sering Kesulitan Dapat Kredit dari Perbankan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - International Finance Corporation menunjukkan data bahwa 80% dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dimiliki perempuan, memiliki kebutuhan kredit dan tidak terlayani atau kurang terlayani dengan baik. Hal ini menyebabkan ketimpangan pendanaan yang berjumlah hingga miliaran dolar.

Salah Satu Pelaku Usaha Perempuan, Nur Saswati merasakan getir ketika berhadapan dengan pihak perbankan. Pelaku UMKM Keripik Singkong ini dianggap sebelah mata ketika hendak mengajukan kredit untuk usaha kripik singkongnya. Persoalannya karena Nur seorang perempuan.

"Karena saya perempuan, pihak bank meminta saya untuk izin kepada suami dalam bentuk tanda tangan. Kita tidak bisa langsung meminta pinjaman," kata Nur dalam acara webinar Literasi Digital Kominfo, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: 30 Ribu Pelaku UMKM Ditargetkan Go Digital pada 2024

Meski begitu, pada akhirnya Nur mendapatkan pinjaman dari bank untuk usaha keripik singkongnya. Namun, dia berharap, ke depan perbankan atau layanan pinjaman lainnya dapat memberikan kemudahan bagi UMKM perempuan.

Pasalnya, kenyataannya kaum perempuan mampu membantu perekonomian keluarga dan menambah lapangan pekerjaan.

Baca Juga: OJK Libatkan Fintech hingga Securities Crowdfunding Modali UMKM

Sesuai data PBB dan WHO, dibandingkan laki-laki, perempuan hidup lebih lama dan mendapatkan pendidikan lebih banyak. Dengan kata lain, kaum perempuan merupakan calon yang menarik untuk layanan keuangan.

Sementara itu, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nur Komaria mengatakan, sampai saat ini UMKM selalu menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Bisanya, kata Nur, pelaku UMKM perempuan memilih bidang usaha fesyen, makanan, dan kosmetik.

Karena memilih sektor tersebut, perempuan dipandang kurang mampu atau harus didampingi oleh pihak lain ketika hendak mengajukan kredit di perbankan.

Padahal dengan kesetaraan gender, baik perempuan atau pun laki-laki, akan memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap ekonomi Indonesia.

Hal nyata yang terlihat dari kemajuan UMKM adalah, lapangan pekerjaan. dia berharap, ke depan pihak-pihak terkait dapat memberikan literasi keuangan dan literasi digital kepada pelaku UMKM perempuan.

Selain itu, pemerintah harus menyediakan data tunggal mengenai UMKM di Tanah Air. Tidak adanya data tunggal menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan gender dalam UMKM.

"Kesetaraan gender bisa memberikan peluang peningkatan produk domestik bruto (PDB) cukup besar bagi Indonesia, yakni sekitar Rp135 miliar," tegasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini