Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandemi Sebabkan Penggunaan Gadget Meningkat, Yuk Jaga Kesehatan Mata

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 00:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 620 2485385 pandemi-sebabkan-penggunaan-gadget-meningkat-yuk-jaga-kesehatan-mata-dfbC8yyW0O.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT mata seperti katarak memang masih banyak menyerang masyarakat Indonesia. Dari data, terpantau ada 8 juta orang yang mengalami gangguan penglihatan.

Tercatat 1,6 juta dari 8 juta orang yang mengalami gangguan penglihatan, mengalami kebutaan. Dari data tersebut, 80 persennya disebabkan oleh katarak.

Dokter Spesialis Mata sekaligus Pengurus Pusat Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dr Aldiana Halim SpM MSc mengatakan, data ini diambil di 2017.

“Prevalensi kebutaan di usia 50 tahun ke atas itu 3 persen dengan katarak yang sebagai penyebab utamanya. Lebih dari 80 persen disebabkan oleh katarak,” kata dr Aldiana Halim dalam konferensi pers virtual Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day.

Kesehatan mata

Lebih lanjut, dia menambahkan, penyebab lain kebutaan yakni kelainan refraksi, glukoma, hingga kelainan retina yang berhubungan dengan diabetes.

Sementara itu, Ketua Umum Perdami Pusat Dr M Sidik, SpM(K) menjelaskan beberapa cara untuk menjaga kesehatan mata selama di rumah. Tak hanya kepada orang dewasa tetapi juga anak-anak yang sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat digital di rumah.

“Sekarang lumayan banyak yang datang dan mengeluhkan mata berair, mata kering, itu adalah dampak jangka pendek bekerja dengan komputer dalam waktu yang lama, yaitu Computer Vision Syndrome. Gejalanya mata merah, berair, gatal, kadang sakit kepala, ini akibat bekerja terlalu lama dengan komputer,” ujarnya.

Dia menyarankan agar membatasi waktu saat menggunakan perangkat digital dan memberikan waktu untuk mata beristirahat. “Maksimum dua jam. Lalu istirahat 10 menit atau seperempat jam. Istirahat artinya tidak melihat gadget yang lain, ya,” kata dr M Sidik.

Cara lain yang bisa diterapkan yakni peraturan 20-20-20 yang dapat membantu mencegah computer vision syndrome (CVS) atau digital eye strain (DES). Peraturan ini menyarankan agar orang yang bekerja di depan komputer atau perangkat digital selama 20 menit untuk beristirahat selama 20 detik dan melihat objek jauh yang berjarak 20 kaki atau 6 meter.

“Itu akan mengurangi beban mata dan membiarkan mata istirahat kembali sebelum bekerja lagi,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini