Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cari Peluang Pasar Baru, Pelaku UMKM Bisa Pakai Dasbor Ekspor Nasional

Antara, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 620 2490215 cari-peluang-pasar-baru-pelaku-umkm-bisa-pakai-dasbor-ekspor-nasional-7uU0bRWcl0.jpg Pelaku UMKM bisa cari peluang pasar baru (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank berharap pelaku UMKM memanfaatkan Dasbor Ekspor Nasional (National Export Dashboard/NED) yang merupakan portal dasbor data terintegrasi berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Lembaga National Single Window (LNSW).

Baca Juga: Pemerintah Dukung UMKM, Penyaluran KUR Lebih dari Rp180 Triliun

"Pelaku usaha dapat memanfaatkan NED untuk mencari peluang pasar baru dalam rangka ekspansi usaha dengan mengetahui posisi Indonesia untuk suatu produk di suatu negara, negara pesaing, harga komoditas, mengetahui tingkat risiko negara tujuan ekspor baru," kata Direktur Pelaksana III LPEI Agus Windiarto, Jumat (22/10/2021).

NED merupakan pusat informasi berbasis web atau situs yang menyediakan antara lain laporan dan proyeksi industri, analisis dan data perdagangan, info pasar, info negara, risiko negara, komoditas ekspor, proyeksi ekonomi negara, serta isu yang tengah berkembang.

Baca Juga: Masih Ada Sisa, Ini Syarat Cairkan BLT UMKM 2021

"Saat ini NED baru bisa diakses di kantor LPEI Jakarta dan Surakarta, tetapi ke depannya kami akan terus melakukan improvement dari sisi substansi maupun infrastruktur agar lebih mudah diakses, tampilannya semakin user friendly dan apabila #SahabatEkspor membutuhkan kajian dan data ekspor lainnya dapat menghubungi kami melalui sosial media LPEI atau Indonesia Eximbank," kata Agus.

Selain pelaku usaha, diharapkan mahasiswa, akademisi juga bisa memanfaatkan data tersebut untuk mendukung penulisan kajian maupun riset mengenai ekspor yang dapat mendukung peningkatan daya saing ekspor Indonesia.

NED dapat diakses oleh pelaku usaha maupun seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem ekspor untuk mengetahui data maupun informasi suatu produk berdasarkan kode harmonized system (HS Code), tingkat risiko kawasan, dan negara tujuan ekspor , bahkan negara asal impor untuk suatu produk baik secara nilai maupun volumenya, pelaku usaha dan perijinan.

Baru-baru ini LPEI memperkenalkan NED kepada publik di Surakarta bersamaan dengan acara “Temu Wicara Pemangku Kepentingan Ekosistem Ekspor” yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Kantor Cabang LPEI Surakarta.

Acara tersebut merupakan ajang interaksi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam ekosistem ekspor untuk dapat mendorong potensi bisnis, melakukan pemetaan permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku usaha khususnya UMKM, sehingga tercipta peningkatan daya saing di wilayah khususnya Surakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini