Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandemi Sebabkan 159 Ribu Siswa Putus Sekolah, Apa Alasannya?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 21:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 620 2490393 pandemi-sebabkan-159-ribu-siswa-putus-sekolah-apa-alasannya-96wFDIoHa7.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PANDEMI Covid-19 ternyata memunculkan fakta bahwa siswa putus sekolah naik 10 kali lipat. Hal itu karena siswa kesulitan dapat koneksi internet, terutama di desa-desa kecil.

Berdasarkan data, saat ini baru 42 persen sekolah yang menggelar Pendidikan Tatap Muka (PTM) terbatas di seluruh Tanah Air. Sisanya, yakni 58 persen, masih melaksanakan pendidikan jarak jauh (PJJ).

Tak usah di daerah, di perkotaan pun membuat orangtua mengeluh soal kurangnya interaksi anak dalam belajar karena kendala koneksi internet yang tak stabil.

Menurut Faiza Achmad dari PIKIR Institut, tak heran jika hal itu terjadi. Karena saat ini terdapat lebih dari 12 ribu desa yang belum tersentuh sinyal telekomunikasi.

Baca Juga: Jangan Ragu Lakukan Vaksinasi, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

"Sedangkan dari seluruh desa yang sudah tersentuh sinyal, masih terdapat lebih dari 4.000 desa yang memperoleh sinyal kurang memadai," kata dia lewat keterangan tertulis.

Akibatnya, banyak siswa sekolah yang tidak maksimal dalam belajar. Bahkan banyak juga yang sampai putus sekolah karena kesulitan mengikuti pelajaran.

Sementara itu, pada 2020 terdapat lebih dari 159 ribu siswa yang putus sekolah. Sedangkan peraturan PTM yang baru diadakan belum dapat mengantisipasi permasalahan dilapangan, yaitu akses yang memadai.

“Saat ini, internet adalah kebutuhan dasar dari setiap orang, sehingga internet juga menjadi hak bagi setiap orang untuk mendapatkannya”.


Sampai di Dusun Koto Bangun, Desa Salo, di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau infrastruktur telekomunikasi pun dibangun.

Karena tak merata, Faiza sangat menyayangkan hal ini. Apalagi tidak semua anak-anak beruntung bisa sekolah atau belajar online dengan lancar karena kendala ini.


Di Dusun Koto Bangun, Desa Salo, di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau infrastruktur telekomunikasi pun dibangun.

"Kasihan anak-anak yang terlanjur tertinggal dari anak di daerah yang lebih beruntung. Daerah bisa menyediakan sendiri akses internetnya secara mandiri, asal memahami caranya," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini