Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hujan-Banjir Fenomena Berulang, Anies: Harus Bisa Kita Kendalikan

Binti Mufarida, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 620 2493663 hujan-banjir-fenomena-berulang-ani4es-harus-bisa-kita-kendalikan-lBfMGhbcOV.jpg Ilustrasi hujan lebat. (Foto: Ant)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa hujan dan banjir merupakan fenomena berulang yang akan terus menerus dihadapi. Walau begitu, dia tidak mau jajarannya hanya pasrah begitu saja.

Kondisi ini diperparah dengan situasi saat ini. Di mana ada potensi hujan ekstrim akibat fenomena La Nina.

“Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan saja beberapa butir, pertama adalah hujan, banjir itu fenomena yang kita hadapi siklikal, terus-menerus. Saya garis bawahi pada semua jajaran, jangan dianggap ini sebagai given, tapi harus bisa kita kendalikan,” tegas Anies saat Rakornas BMKG, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Masuki Musim Penghujan, Dinas SDA Terus Gencarkan Grebek Lumpur


Baca juga: Dikawal Ketat Petugas Imigrasi, WNA AS Pembunuh Ibunya Akhirnya Keluar dari Lapas Kerobokan Bali

Anies mengatakan kalau gempa bumi itu diluar kendali manusia, tapi kalau air hujan itu dalam kendali manusia. “Karena itu setiap kita melewati 1 fase gelombang baru, apakah curah hujan yang ekstrem, apakah kiriman air yang ekstrem harus ada perbaikan yang diidentifikasi. Jadi itu poin pertama,” paparnya.

Kedua, kata Anies, di Jakarta dalam penanganan bencana dibagi wilayah operasi itu berbasiskan teritori. “Jadi semua sumber daya dari Pemprov, dari TNI, dari Polisi, dari Civil Society, dari SAR, dari Kementerian Sosial dan lain-lain yang belum tersebut itu dibagi wilayah operasinya.”

Kemudian yang ketiga, tambah Anies, di Jakarta ini mengklasifikasi 3 front yang harus dihadapi. Satu adalah front di pesisir pantai. “Karena permukaan air laut yang meningkat sementara beberapa daerah itu permukaan tanahnya lebih rendah daripada ketinggian air laut, itu front pertama di tepi pantai.”

“Front kedua adalah di sungai-sungai yang mengalir dari kawasan pegunungan. Itu yang harus kita antisipasi. Ketiga adalah front di dalam kota,” katanya.

Anies mengatakan tiga front ini pendekatannya beda-beda. “Yang di tepi pantai siapkan tanggul pantai yang sekarang sedang dalam pembangunan. Yang air mengalir dari kawasan pegunungan itu disiapkan untuk bisa menampung waduk-waduk sebelum masuk ke kawasan hilir. Kemudian yang ketiga adalah untuk di dalam kota itu dengan sistem drainase yang bersih, tidak ada hambatan.”

“Nah itu ada 3 front yang kita hadapi di Jakarta dan tiga-tiganya kita siapkan mitigasinya,” paparnya.

Kemudian, kata Anies, berikutnya adalah prinsip kerja. “Prinsip kerja kami di DKI, saya sampaikan tiga kata kunci untuk seluruh jajaran. Kata kunci nomor satu siaga, nomor 2 tanggap, nomor 3 galang. Ini seluruh pasukan di DKI pegang tiga kata kunci ini, siaga, tanggap, galang.”

“Dan ketika kabar dari BMKG datang, maka ini akan meningkatkan unsur kesiagaan kita. Lalu, tanggap arti respon cepat, kemudian galang artinya jangan kerjakan sendiri tapi galang seluruh unsur kekuatan ini prinsip kerja yang kita gunakan di Jakarta,” tegas Anies.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini