Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenapa Harga Tes PCR Baru Turun Sekarang? Ini Kata Pengusaha Alat Kesehatan

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 30 Oktober 2021 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 30 620 2494119 kenapa-harga-tes-pcr-baru-turun-sekarang-ini-kata-pengusaha-alat-kesehatan-OcndQEKxa6.jpg Tes PCR (Foto: Medicaldaily)

PEMERINTAH Indonesia menurunkan kembali harga tes PCR bagi para pelaku perjalanan udara. Sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru untuk kembali menggunakan tes PCR sebagai syarat untuk melakukan penerbangan.

Batas tarif tertinggi pemeriksaan PCR diturunkan menjadi Rp275 ribu untuk daerah Pulau Jawa dan Bali serta sebesar Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali. Setelah selama ini, di lapangan harga tes PCR berkisar di harga Rp500 sampai Rp900 ribu (tipe standar) dan lebih tinggi lagi harganya untuk tipe hasil yang lebih cepat.

Tes PCR

Harga tes PCR yang ternyata bisa menyentuh harga Rp275 ribu ini, menimbulkan reaksi masyarakat yang menganggap mengapa tidak dari awal saja harga tes swab PCR bisa lebih terjangkau.

Seperti dijelaskan, Randi H Teguh, Sekjen Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (GAKESLAB Indonesia), banyak faktor yang menjadi latar belakang penentuan harga. Salah satunya karena, di saat harga tes PCR masih tinggi, produsen reagen memang jumlahnya masih sedikit.

“Pada saat pemerintah tetapkan harga Rp900ribu sekitar Oktober 2020, harga reagen PCR itu masih tinggi sekira Rp400-500ribu. Covid-19 ini kan penyakit baru, jadi produsen reagen masih sedikit baru 5 sampai 10 merek sementara angka kasus sedang tinggi,” ujar Rendi, dalam acara Polemik MNC Trijaya, “Ribut-Ribut PCR”, Sabtu (30/10/2021).

Baca Juga : Dokter Eva Chaniago: Bepergian Boleh Wajib PCR, Asal Gratis!

Ia menambahkan, saat ini sebetulnya harga tes PCR yang ada di lapangan sudah mengalami koreksi pasar dengan sendirinya.

“Saat harga tes PCR Rp500ribu itu harga reagen sudah turun jadi Rp200ribu, karena saat ini bahkan sampai sekarang macam reagennya sudah mencapai 52. Sehingga dari harga reagen sudah mengikuti dinamika pasar, sudah ada koreksi dari pasar,” pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini