Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presidensi G20 Jadi Panggung Besar Tunjukkan Ekonomi RI Tahan Krisis

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 620 2496091 presidensi-g20-jadi-panggung-besar-tunjukkan-ekonomi-ri-tahan-krisis-pXBAN0lC37.jpeg Indonesia jadi tuan rumah KTT G20 2022 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berharap hal ini akan membawa dampak ekonomi langsung.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming mengatakan, dengan Indonesia menjadi Presidensi G20, ada dampak positif yang terasa bagi pengusaha. Dia menyebutkan sektor usaha seperti sektor jasa, perhotelan, transportasi, UMKM, dan sektor terkait lainnya akan menikmati dampak positif dari penyelenggaraan KTT G20.

Baca Juga: Presidensi G20, Indonesia Buka Banyak Peluang Investasi

"Saya rasa ini benefit yang bisa kita rasakan saat kita mengadakan event besar. Sebelumnya kita menggelar SEA Games, dan event besar yang mengundang banyak negara, ini memang sangat terasa dampak ekonominya," ujarnya dikutip dari siaran pers, Rabu (3/11/2021).

Menurut Maming, dengan adanya aktivitas ekonomi yang meningkat, mengundang berbagai pihak dari seluruh dunia, baik pemimpin dunia dan kementerian seluruh dunia, ini akan membawa dampak ekonomi yang sangat besar. Dampak pentingnya adalah ke depannya bisa memasukkan agenda-agenda pertumbuhan ekonomi dan akselerasi ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Dampingi Presiden Jokowi Temui Joe Biden, Menko Luhut: Saya Bangga

"Tentu menjadi presidensi G20 merupakan panggung besar buat Indonesia, terlebih di tengah ekonomi global yang terpuruk akibat terpapar pandemi Covid-19. Penunjukan sebagai presidensi G20 membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis," ungkapnya.

Dia melanjutkan, presidensi G20 merupakan momentum bagi Indonesia untuk unjuk gigi memimpin pemulihan ekonomi dunia. Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020 telah membenamkan perekonomian dunia.

"Banyak negara berjibaku memulihkan ekonominya. Tidak terhitung kucuran stimulus yang dikeluarkan pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia. Kondisi semacam ini tentu membutuhkan peran G20 dalam membantu negara-negara berkembang dan miskin memerangi Covid-19 melalui pemberian vaksin. Pasalnya, negara yang memproduksi vaksin Covid-19 berada di negara anggota G20," tuturnya.

Untuk itu, sebagai presidensi G20 Indonesia perlu kembali membawa kepentingan dan masalah yang dihadapi negara-negara berkembang dan miskin, serta mengajak kemitraan global untuk mengatasi dampak pandemi dan memulihkan ekonomi dunia.

Dalam menyikapi gelaran presidensi G20, yang akan dilakukan Hipmi adalah melahirkan lapangan pekerjaan baru, mendorong jumlah pengusaha, mendorong iklim positif untuk dunia usaha, menjadi sarana dalam mempromosikan produk dan turut menciptakan ekosistem yang baik.

"Kita harus berkomitmen untuk membawa serta seluruh pegiat UMKM menuju Presidensi G20 Indonesia. Di pandemi Covid-19 ini, sekarang pengusaha yang menjadi benteng pertahanan negara. Dengan segala cara yang positif, pengusaha terutama yang bergabung di HIPMI harus tetap survive dan bangkit," kata Maming.

Selain itu, pengusaha muda harus diberikan kesempatan dan edukasi untuk bisa mengembangkan bisnisnya sehingga tumbuh serta menjadi penggerak ekonomi nasional maupun internasional. Dalam menyikapi gelaran Presidensi G20 di Indonesia, Hipmi harus mencetak sumber daya manusia (SDM), yang memiliki keterampilan di berbagai bidang.

"Seperti halnya saat ini HIPMI konsisten mengawal dunia usaha agar dapat terus tumbuh di masa pandemi Covid-19 yang menjadi periode sulit bagi pelaku usaha. Dalam persiapan menyambut Presidensi G20 Indonesia, ini adalah peluang sekaligus tantangan tersendiri," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini