Selanjutnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) juga harus selalu melakukan evaluasi pelayanan kapal dan barang dengan menggunakan Inaportnet secara berkala dan menyampaikan hasil evaluasinya kepada Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut guna bahan perbaikan dan pengembangan aplikasi, perbaikan proses bisnis dan perbaikan regulasinya.
"Inaportnet sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan pelayanan dan daya saing pelabuhan yang lebih baik. Inaportnet juga menjadi pintu gerbang utama dalam lingkungan Ekosistem Logistik Nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE)," tutup Arif.
Sebagai informasi, hingga saat ini Inaportnet telah dimanfaatkan di 54 pelabuhan, yaitu sebagai berikut:
1. Belawan, 2. Tg. Priok, 3. Tg Perak, 4. Makassar, 5. Tg Emas, 6. Dumai, 7. Pekanbaru, 8. Teluk Bayur, 9. Jambi, 10. Pulau Baai, 11. Palembang, 12. Panjang, 13. Banten, 14. Tg. Pinang, 15. Pontianak, 16. Tg Pandan, 17. Cirebon, 18. Cilacap, 19. Benoa, 20. Banjarmasin, 21. Gresik, 22. Tg. Balai Karimun, 23. Kotabaru/Batulicin, 24. Balikpapan, 25. Samarinda, 26. Bontang, 27. Kendari, 28. Bitung, 29. Ternate, 30. Ambon, 31. Sorong, 32. Jayapura, 33. Pangkal Balam, 34. Tg. Buton, 35. Patimban, 36. teluk Palu, 37. Kuala Tanjung, 38. Kijang, 39. Tg. Wangi, 40. Sunda Kelapa, 41. Lembar, 42. Kupang, 43. Sampit, 44. Tarakan, 45. Manado, 46. Pare-pare, 47. Gorontalo, 48. Biak, 49. Bau-bau, 50. Kep.Seribu, 51. Marunda, 52. Muara Angke, 53. Satui, 54. Batam.
Follow Berita Okezone di Google News
(dni)








