Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siapa Saja yang Tidak Boleh Minum Terlalu Banyak Air?

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 620 2504383 siapa-saja-yang-tidak-boleh-minum-terlalu-banyak-air-0511x6BDvn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MINUM air putih memang baik untuk kesehatan, bahkan kita disarankan untuk minum minimal 8 gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter per hari. Tapi, tidak semua orang bisa mengonsumsi banyak air loh.

Mereka yang mengalami masalah jantung, tidak boleh mengonsumsi banyak air, apapun bentuknya. Kondisi jantung yakni lemah jantung dan gagal jantung, asupan air terlalu banyak bisa menyebabkan kerja jantung bertambah tinggi dan membuatnya lebih lelah.

Dokter spesialis jantung & pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), DR. dr. Antonia Anna Lukito, Sp.JP(K) asupan cairan ini tak sebatas pada air putih tetapi juga pada makanan dengan kandungan air tinggi seperti buah-buahan tertentu, kuah sup dan lainnya.

"Dalam kondisi seseorang dengan masalah jantung, minum yang banyak menambah beban jantung," kata dia dalam webinar bertajuk "Deteksi Dini Jantung: Apakah Mungkin?" seperti dilansir dari Antara.

Air Putih

"Banyak dokter jantung pada kondisi jantung tertentu yakni lemah jantung dan gagal jantung biasanya merekomendasikan tidak boleh minum terlalu banyak. Secukupnya, sesuai jumlah yang dianjurkan," kata dia.

Menurut Antonia, pembatasan asupan air juga biasanya diterapkan pada kondisi penyakit jantung katup, mereka yang habis mengalami serangan jantung.

Berbicara jumlah, maka bisa bervariasi. Pada mereka yang sudah terkena gagal ginjal, maka asupan air yang diperbolehkan 1.000-1.500 cc per 24 jam, dengan syarat pasien tidak diam-diam mendapatkan air dari sumber lainnya.

"Pasien kalau sudah haus apapun dilakukan. Itu kita sebenarnya kalau haus, rongga mulut sampai ke tenggorokan. Badan kita tidak haus, fine-fine saja, selama kencing lancar dan bening, tidak kekurangan cairan," kata dia.

Bila rongga mulut haus, pasien disarankan berkumur untuk menghilangkan rasa haus di lokasi itu dan bisa menelan air pada tegukan terakhir.

Pada mereka dengan kondisi gagal jantung mengalami sejumlah gejala antara lain lemas, melakukan aktivitas sehar-hari menjadi terbatas semisal biasanya sanggup naik tangga lantai 3 sekarang 1 lantai saja sudah capek.

Gejala lainnya, penumpukan cairan di paru sehingga pasien jadi batuk, mengi susah napas padahal tidak ada riwayat sakit paru, selain itu muncul bengkak berupa penumpukan cairan di tungkai bawah mata kaki tungkai paha dan bahkan perut.

"Sesak atau tidak mampu tidur terlentang, ini waspada ada cairan di jantung atau paru. Tidak boleh menunda ke dokter," demikian pesan Antonia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini